Tuesday, October 22, 2019
Home > Berita > Chatib Bisri Prediksi Ekonomi Indonesia 2016 Lebih Baik

Chatib Bisri Prediksi Ekonomi Indonesia 2016 Lebih Baik

Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) F.X. Sri Martono (kanan) menceritakan produk UKM Kerajinan hasil karya UKM YDBA kepada Pakar Ekonomi Dr. Muhammad Chatib Basri (tengah) dan Ketua Pengawas YDBA Henry Eric Wirawan (kiri) saat acara Seminar Makro Ekonomi Tahun 2016 yang diselenggarakan YDBA dengan tema “Peluang dan Tantangan Ekonomi Tahun 2016” di Kantor Pusat PT Astra International Tbk (25/02). (ist)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Pakar ekonomi Chatib Basri menyampaikan gambaran peluang dan tantangan ekonomi 2016 di Indonesia dan ia memprediksi akan lebih baik dibanding pada 2015. 

“Kondisi ekonomi Indonesia 2016 diprediksi lebih baik dibanding 2015. Walaupun dampak ekonomi 2015 masih dirasakan pada tahun ini, namun semua akan menjadi baik apabila para pelaku ekonomi tetap bersabar, tidak melakukan PHK besar-besaran dan menyusun strategi khusus dalam mempertahankan bisnisnya,” kata Chatib Bisri.

Ia mengungkapkan hal itu dalam seminar makro ekonomi dengan tema Peluang dan Tantangan Ekonomi Tahun 2016 yang diselenggarakan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Kamis, di auditorium PT Astra International Tbk.

Ia berharap para usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai pelaku bisnis dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengembangkan bisnis pada era pasar bebas ini.

Ketua Pengurus YDBA F.X. Sri Martono dalam sambutannya menyatakan,. “Secara global ekonomi masih menunjukkan sinyal belum terlalu menggembirakan. Salah satunya karena kondisi perekonomian di kawasan Eropa yang belum membaik, sehingga memicu penurunan pangsa pasar bagi produk yang dihasilkan oleh berbagai negara seperti Indonesia.”

Kondisi ini tentu saja menjadi tantangan bagi para UMKM agar dapat menjalankan bisnis dengan baik. “UMKM perlu memiliki keberanian dalam menerapkan rencana dan membuat keputusan yang didukung dengan penguasaan kompetensi dan data serta informasi yang akurat,” ujar Sri Martono.

Sri Martono juga berharap para pelaku UMKM Indonesia harus memiliki optimisme tinggi dalam menghadapi kondisi perekonomian 2016 di mana seluruh negara ASEAN turut meramaikan pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah berlaku sejak 1 Januari 2016.

“Mari kita berpartisipasi dalam MEA dengan semangat dan optimisme yang kuat. Tidak perlu khawatir atau cemas dengan keberadaan negara lain. Namun kita harus saling merangkul, menjadi mitra untuk mencapai tujuan bersama,” ucapnya.

Salah satu peserta seminar, Eki Komarudin, menyampaikan harapannya.

Pakar Ekonomi M. Chatib Basri menyampaikan materi mengenai peluang dan tantangan ekonomi pada 2016 kepada pelaku UKM Mitra Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) pada acara Seminar Makro Ekonomi yang digelar oleh YDBA di  Jakarta (25/2). (ist)
Pakar Ekonomi M. Chatib Basri menyampaikan materi mengenai peluang dan tantangan ekonomi pada 2016 kepada pelaku UKM Mitra Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) pada acara Seminar Makro Ekonomi yang digelar oleh YDBA di Jakarta (25/2). (ist)

“Banyak harapan dalam mengikuti seminar ini. Selain ingin tahu gambaran besar ekonomi 2016, kami juga ingin tahu seberapa besar dampak ekonomi tersebut terhadap bisnis di Indonesia khususnya untuk UKM. Kami ingin bergegas menyusun strategi bisnis sepulang seminar ini, sehingga semuanya menjadi tidak sia-sia. Kami juga berharap semoga perekonomian Indonesia segera bangkit bersamaan dengan bangkitnya industri komponen otomotif di Indonesia,” ujarnya.

YDBA merupakan yayasan yang didirikan William Soeryadjaya pada 1980 dengan filosofi Berikan Kail Bukan Ikan.

YDBA didirikan sebagai komitmen Astra untuk berperan serta secara aktif dalam membangun bangsa, seperti yang diamanatkan dalam butir pertama filosofi Astra, Catur Dharma, yaitu Menjadi Milik yang bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.

Dalam kiprahnya menjelang usia 36 tahun, YDBA telah memberikan pembinaan kepada 9.182 UMKM. Untuk pemuda putus sekolah, YDBA telah melatih 588 pemuda putus sekolah menjadi mekanik. YDBA juga telah menciptakan 61.385 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya, demikian keterangan yang disampaikan Sekretaris Pengurus YDBA, Mohammad Iqbal.  (SP/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru