Saturday, June 06, 2020
Home > Cerita > Cermin Akhlak: Kerugian Orang Membanggakan Diri

Cermin Akhlak: Kerugian Orang Membanggakan Diri

Mesjid Istiqlal Bandarjaya, Lampung. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Cermin Akhlak) – Salah satu sifat buruk manusia yang sangat dibenci Allah SWT adalah sombong atau takabur. Karena sifat membanggakan diri (angkuh) itu merugikan diri sendiri. Bahkan iblis pun diusir dari surga lantaran kesombongannya menolak bersujud kepada Adam AS ketika diperintahkan Allah.

Banyak bentuk kesombongan yang bisa kita temui dalam kehidupan manusia sehari-hari. Ada seorang suami yang memaki anak istrinya lantaran merasa dialah yang telah memberi nafkah sehari-hari.

Tidak sedikit pula seorang atasan yang mengancam bawahannya karena merasa karier anak buahnya berada di tangannya. Atau bisa juga seorang pejabat mengancam pengeritik kebijakannya, karena merasa dirinya yang paling benar.

Jadi kesombongan bisa menimpa siapa saja, karena memang menjadi salah satu sifat lemah manusia. Bahkan tidak menutup kemungkinan kesombongan muncul pada diri seorang tokoh agama yang merasa pengikutnya sangat besar.

Allah SWT melarang hambanya untuk bersikap sombong. Sebab sikap sombong bisa menghancurkan diri sendiri.

Allah berfirman, “Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman (31: 18).

Jika kita mau berfikir sesungguhnya tidak ada yang patut disombongkan di dunia ini. Kekayaan, jabatan, keluarga, kecerdasan, serta kecantikan hanyalah bersifat sementara.
Sangat mudah kita temui orang kaya yang dalam tempo sekejap tiba-tiba menjadi jatuh miskin dengan berbagai sebab.

Demikian juga dengan mudah kita saksikan seorang pejabat tiba-tiba menjadi warga biasa dan dicaci maki lantaran aibnya terungkap.Tidak sulit bagi Allah SWT untuk mencabut kenikmatan yang diberikan kepada seseorang.

Orang yang sombong adalah mereka yang tidak bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepadanya. Kenikmatan tidak selalu berbentuk kekayaan, bisa juga berupa kesehatan, waktu luang, rezeki yang halal, rumah dekat mesjid, lingkungan aman, tetangga/teman yang baik, keluarga yang harmonis, anak yang cerdas atau istri salihah, semua kenikmatan semacam itu seringkali dilupakan orang.

Jadi jika kita benar-benar mau merenung, sesungguhnya tidak ada yang patut disombongkan di dunia ini, karena semuanya cuma titipan Allah SWT yang dapat diambil kembali kapan saja.
Padahal kesombongan itu sendiri, sesungguhnya akan menghancurkan diri sendiri. Sebab di dunia kita dibenci oleh sesama manusia, dan di akhirat menjadi orang yang merugi karena menjadi penghuni neraka. Nauzubillah minzalik! (H.Johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru