Sunday, December 08, 2019
Home > Politik > Cara Pra-Hara Mengejar Ketinggalan Dari Jokowi-JK

Cara Pra-Hara Mengejar Ketinggalan Dari Jokowi-JK

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) Perlahan-lahan elektabilitas capres dan cawapres Pra-Hara (Prabowo -Hatta Rajasa) mendekati duet Jokowi-JK. Data yang dirilis Populi Center Rabu (4/6/2014) lalu misalnya, tingkat keterpilihan Jokowi sebesar 47,5 persen. Sementara elektabilitas duet Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di angka 36,9 persen.

Hasil tak jauh beda juga ditunjukkan oleh survei Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG). Dari hasil survei SSSG elektabilitas duet Jokowi-JK mencapai 42,65 persen, sementara Prabowo-Hatta 28,35 persen.

Hatta Rajasa yakin bisa mengejar elektabilitas pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Saya juga punya survei yang mengatakan kami sudah crossing, sudah melewati (Jokowi-JK),” kata Hatta kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (7/6/2014).

Kalaupun ada survei yang menyebut duet Pra-Hara tertinggal 7 persen dari pasangan Jokowi-JK, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu yakin bisa mengejar. “Bayangkan 2 bulan lalu, itu kan selisihnya 20 persen. Artinya tren kami terus meningkat,” kata Hatta.

Hatta pun tak gentar meski waktu yang tersisa tinggal 32 hari. Bagi dia singkat atau panjangnya waktu bukan faktor penentu utama dalam politik. Dia kemudian mencontohkan bahwa dalam peradaban, 100 tahun itu waktu yang sangat pendek. “Di dalam politik, 1 hari pun bisa mengubah dunia,” kata Hatta.

Komunikasi politik juga terus dilakukan dengan Partai Demokrat. Meski partai berlambang segitiga biru itu menyatakan bersikap netral di pilpres, namun menurut Hatta sebagian petingginya merapat ke duet Prabowo-Hatta. Seperti Marzuki Alie, dan Pramono Edhie Wibowo.

“Dengan bergabungnya Demokrat sendiri diharapkan semakin besar. Toh Demokrat itu memiliki grass root juga, memiliki pendukung, dan memiliki kemampuan organisasi yang baik. Jadi kami tentu mendapatkan tenaga tambahan,” papar Hatta.

Golkar Rapuh

Sayangnya konsolidasi dan komunikasi dengan Partai Demokrat tidak diimbangi dengan Partai Golkar. Partai yang sejak awal bergolak ini masih terus bergejolak dalam koalisi. Organisasi sayap Golkar, Tri Karya malah mendukung Jokowi-JK. Mereka beralasan salah satunya karena kekecewaan pada Golkar.

“Kader-kader di daerah sudah marah semua. Ketua umum yang sudah dicapreskan sejak 2012 tidak berhasil memenangkan semua posisi satu atau dua. Padahal Prabowo Subianto dari partai pemenang ketiga bisa menjadi capres sementara ARB sebagai pemenang kedua tidak dapat,” ujar politisi senior Golkar Zainal Bintang yang juga pimpinan MKGR.

Zainal mengatakan itu usai menghadiri ‘Deklarasi Eksponen Tri Karya Golkar seperti MKGR, Soksi dan Kosgoro 57’ di Grand Sahid Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Minggu (8/6/2014).

Setelah dukungan ini, lanjut Zainal, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan membentuk posko-posko pemenangan. Di Jakarta sudah terbentu posko pemenangan di Jl Bangka 8 No 29. (Ais)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru