Thursday, January 23, 2020
Home > Berita > Cangkulpun Harus Impor

Cangkulpun Harus Impor

ilustrasi pacul. (foto: bintang.com)

ilustrasi pacul. (foto: bintang.com)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Siapa sangka Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan cangkul. Kenyataannya begitulah adanya, hingga kebutuhan cangkul untuk petani dan buruh harus didatangkan dari luar negeri, alias impor.

Paling tidak itu diakui Kementerian Perindustrian melalui Airlangga Hartarto yang Senin (31/10) ini menggelar rapat untuk membahas impor pacul. “Memang ada impor, tapi jumlahnya kecil. Yang kemarin itu impornya 86.000, sedangkan kebutuhannya 10 juta. Saat ini masih rapat,” kata Airlangga, seperti dilaporkan kantor berita LKBN Antara.
Menurut menteri, sebagian besar cangkul yang digunakan di Indonesia merupakan produk dalam negeri. Impor perkakas petani untuk mencangkul dilakukan karena ada permintaan dari dalam negeri.
Impor cangkul tersebut mengherankan banyak kalangan mengingat banyaknya usaha rumahan selain usaha besar untuk memproduksi cangkul. Hal itu sepertinya disadari oleh Airlangga yang akan mengupayakan impor pacul tidak terjadi lagi.
Dia mengakui produsen dalam negeri masih mampu mencukupi kebutuhan perkakas maupun bahan baku alat pertanian tersebut.

“Krakatau Steel sudah bisa produksi bahan bakunya, Barata sudah bisa bikin paculnya dan IKM sudah bisa membuat pacul,” tutur Airlangga.(eank)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru