Monday, January 20, 2020
Home > Headline > Bunuh Diri Kok Ngajak-ngajak

Bunuh Diri Kok Ngajak-ngajak

Pesawat Germanwings

Pesawat Germanwings

MIMBAR-RAKYAT.com (Seyne-Les-Alpes) – Bunuh diri kok ngajak-ngajak. Seluruh penumpang pesawat Germanwings diajak mati bareng. Tidak ada kesimpulan dari olah data di kotak hitam Kamis (26/3) pesawat Germanwings selain kopilotnya sengaja menabrakkan pesawatnya ke Gunung Alpen.

Fakta penting dan mengerikan terkait jatuhnya pesawat Germanwings yang berisi 150 orang di Pegunungan Alpen, Selasa (24/3),copilotnya sengaja  “menghancurkan pesawat” dengan membiarkan pesawat terus terbang merendah sampai menabrak gunung dan hancur berkeping-keping.

Menurut New York Times , rekaman suara di kokpit dari kotak hitam yang ditemukan menunjukkan t, pilot terkunci di luar kokpit dan tidak bisa kembali masuk sesaat sebelum pesawat menukik dan menabrak gunung. Suara jerita penumpang jelas terdengar beberapa saat sebelumnya.

Copilot yang bernama Andreas Guenter Lubitz, 28, (bukan Lubis) asli orang Jerman bukan Batak. Ia  berada di kokpit sendirian saat itu karena pilot berada di luar kokpit karena suatu keperluan. Dia menjadi pilot sejak September 2013 dan memiliki 630 jam terbang. Pilot utamanya memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dan memiliki 6 ribu jam terbang.

Berdasar aturan penerbangan di Jerman, pilot boleh meninggalkan kokpit ketika kondisi pesawat sedang menjelajah atau terbang lurus di tengah perjalanan. Saat  pilot yang keluar itu ingin kembali ke kokpit, bisa masuk. Pintu dikunci dari alam kokpit.

Seharusnya pintu kokpit bisa dibuka dari luar dengan kode akses tertentu. Namun, setelah kejadian serangan 11 September, ada tambahan keamanan baru. Yaitu, pilot yang berada di kokpit bisa memblokir akses masuk meski kode dari luar telah dimasukkan.

“Pilot mengetuk pintu dengan ringan, tapi tidak ada jawaban. Kemudian, dia mengetuk lebih keras, tapi tidak ada jawaban. Tidak pernah ada jawaban dari kopilot di kokpit.Pilot yang di luar  mendobrak pintu,” ujar penyelidik.

Saat itu pesawat dengan nomor penerbangan 4U9525 itu menabrak Pegunungan Alpen dan menewaskan 150 orang yang berada di dalamnya. Pesawat nahas tersebut terbang menghunjam deras  ke arah gunung. Dalam kondisi menurun, pesawat biasanya dikendalikan secara manual.

Sementara juga diketahui/didengar , alarm yang mengindikasikan dekatnya jarak pesawat dan tanah terdengar terus berbunyi sebelum tabrakan terjadi.

“Dalam koeadaan seperti itu hanya pilot yang pingsan yang tidak tidak mengambil tindakan apapun. Atau sengaja bunuh diri . ” ujar salah seorang pengamat penerbangan yang diwawancarai kantor berita AFP.

Jaksa Robin

Pertanyaannya mengapa Lubitz bunuh diri kok ngaja-ngajak seluruh penumpang ?Jaksa Marseille, Prancis, Brice Robin yang melakukan investigasi menegaskan, yang paling masuk akal dari kecelakaan itu adalah Lubitz sengaja menghalangi  pilot yang akan masuk ke kokpit, lantas menukikkan pesawat menuju  gunung.

Apakah Lubitz merencanakan aksinya secara matang ataukah terlintas saat sudah di udara? hanya Lubitz dan Tuhan yang tahu. Yang terdengar di rekaman adalah jeritan histeris para penumpang  beberapa menit sebelum pesawat menabrak. Keterangan yang lebih komplit nanti setelah kotak hitam satunya ditemukan.

Para penyelidik kehilangan kata-kata untuk mendeskripsikan kecelakaan tersebut. Sejauh ini agama Lubitz belum diketahui dan dia tidak masuk daftar jaringan teroris mana pun.

Kopilot Fit 

Pada detik-detik terakhir, napas Lubitz terdengar sangat tenang, tidak ada serangan jantung atau gejala medis lainnya. Lubitz memenuhi syarat untuk mengendalikan pesawat tersebut sendirian. Meski jam terbangnya masih kurang, dia llulus seluruh kualifikasi.

Maskapai Lufthansa yang mengoperasikan Germanwings  tidak bisa berkata apa-apa mengetahui kenyataan itu. Saat ini evakuasi jenazah dan bangkai pesawat masih dilakukan.

CEO Lufthansa Airlines Carsten Spohr dalam sesi koferensi pers kemarin menyatakan  “Saya bukan pengacara. Namun, jika seseorang membunuh diri sendiri dan mengajak 149 orang lainnya, kata lain harus digunakan, bukan bunuh diri,” tegas Spohr.
“Dia 100 persen layak untuk terbang tanpa larangan apa pun. Performa penerbangannya juga sempurna. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kami tidak mengerti bagaimana ini bisa terjadi,” ujarnya.

Spohr menyatakan. tidak ada yang salah dengan sistem keamanan pintu kokpit. Di dalam kokpit memang ada pengunci khusus sehingga tidak sembarang orang bisa masuk. Itu merupakan antisipasi untuk menghindari aksi terorisme. Jika ada yang ingin masuk, pilot bisa melihat dari dalam kokpit orang yang mau masuk dan bisa memutuskan akan membuka pintu atau tidak. Ada sebuah tombol yang bisa langsung ditekan untuk membuka pintu.

Dalam prosedur darurat, misalnya pilot di kokpit tidak sadarkan diri, ada kode khusus yang bisa memicu agar pintu terbuka. Pada kasus  Germanwings, si kopilot di dalam kokpit agaknya menempatkan tuas di posisi terkunci secara sengaja sehingga kode yang dimasukkan dari luar tidak berfungsi.

“Ini adalah kejadian tragis. Kami berdiri bersama keluarga, teman, dan korban. Ini adalah misteri dan kami sangat sedih,” tutur Spohr. (ais)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru