Sunday, September 23, 2018
Home > Berita > Brasil Lawan Belgia: Laga Penuh Ambisi, Uruguay vs Prancis Diduga Tanpa Cavani

Brasil Lawan Belgia: Laga Penuh Ambisi, Uruguay vs Prancis Diduga Tanpa Cavani

Pemain Brasil latihan. (reuters)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Rusia) – Laga berpotensi ‘hujan gol’ diprediksi bakal mewarnai Tim Samba Brasil dan Setan Merah Belgia pada babak perempatfinal Piala Dunia 2018 di Kazan’ Arena, Sabtu (7/7) pukul 01:00 dinihari WIB.

Lebih dari sekadar menjaga nama besar, laga ini juga dipenuhi ambisi besar kedua tim. Karenanya laga ini disebut-sebut ‘final dini’ Piala Dunia terlalu dini.

Brasil masih menjadi kolektor trofi terbanyak di Piala Dunia dengan lima gelar, disusul Jerman (4) dan Italia (3). Hengkangnya Jerman di fase grup dan absennya Italia di ajang bola sejagat tahun ini, jelas menjadi kesempatan bagi Tim Samba untuk menjaga reputasi sebagai jawara sejati di Piala Dunia.

Namun hadangan terbesar harus dilakoni Tim Samba lebih dini setelah dipertemukan dengan Belgia yang disebut-sebut sebagai partai final ideal di Rusia tahun ini. Hal itu tentunya berkaca dari predikat Belgia yang menjadi tim pencetak gol terbanyak hingga sejauh ini.

Dari empat pertandingan yang sudah dilakoni, Setan Merah mampu mengemas 12 gol dan berada di posisi tertinggi dalam daftar tim pencetak gol terbanyak di Piala Dunia tahun ini. Belgia mampu mengkangkangi tim sekelas Prancis, Inggris, Spanyol, dan Brasil yang berada di posisi kelima. Itu bahkan jumlah gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia dengan format baru dalam empat laga pembuka. Oleh alasan itulah Belgia tidak gentar dengan nama besar Brasil di Piala Dunia. Ambisi selangit yang dibawa Eden Hazard dan kolega untuk membawa pulang trofi bola sejagat tahun ini, jadi alasan utama bahwa ‘Setan Merah’ ogah menyerah.

Hal itu diakui Hazard setelah sempat goyah kala menghadapi Jepang dengan kemenangan tipis 3-2 pada babak 16 besar. “Kami sudah tahu bahwa kami akan menghadapi Brasil setelah kemenangan ini (melawan Jepang). Tapi setelah kemenangan (melawan Jepang) itu, rasa percaya kami mulai terbentuk. Sekarang kami memiliki hasrat yang begitu tinggi untuk membawa pulang trofi. Kami sudah siap untuk menghadapi siapa pun. Kami datang untuk memberikan yang terbaik dan melakukan sebisa mungkin, meski kami tahu mereka (Brasil) adalah tim yang sudah menjuarai turnamen ini lima kali,” tegas Hazard seperti dikutip laman resmi FIFA.

Meski baru mengemas tujuh gol dari empat laga pembuka, namun Brasil punya pertahanan yang lebih komplit dari Belgia setelah mampu menekuk Meksiko 2-0 pada babak 16 besar. Wilian mengaku timnya bisa memetik pelajaran dari cara Jepang saat mampu unggul 2-0 lebih dulu dari Belgia di babak 16 besar. “Kami tahu apa yang harus kami lakukan,” tegas Willian.
Sayang, Tim Samba dipastikan tampil tanpa Douglas Costa akibat cedera dan Casemiro karena akumulasi kartu. Sementara kondisi Marcelo masih diragukan.

SENGAJA DISIMPAN

Setelah memulangkan Crsitiano Ronaldo dan Lionel Messi, ‘La Celeste’ Uruguay dan tim ‘Ayam Jago’ Prancis akan bentrok pada babak perempatfinal Piala Dunia 2018 di Stadion Nizhny Novgorod, Jumat (6/7) pukul 21:00 WIB.

Pemenang laga ini, akan membawa Uruguay dan Prancis bentrok dengan Brasil atau Belgia, tim yang juga dihuni para jawara di klub-klub elit Eropa.

Modal untuk menghadapi para jawara sebenarnya sudah dimiliki Uruguay pasca memulangkan Ronaldo dan kolega kala mendepak Portugal 2-1 di babak 16 besar.

Begitu juga dengan Prancis yang mampu memaksa Lionel Messi cs untuk angkat koper setelah mempermak Argentina 4-3 di fase yang sama. Apalagi sukses tersebut ditorehkan oleh kedua tim hanya dalam waktu 90 menit, alias tanpa harus memainkan babak perpanjangan waktu.

Namun hal itu tentunya belum cukup bagi mereka demi ‘membusungkan dada’ sebelum bisa mengalahkan satu sama lain. Ya, mereka harus bisa ‘membusungkan dada’ saat menghadapi Brasil atau Belgia di semifinal. Tidak heran jika pelatih Prancis, Didier Deschamps menganggap ada sebuah siasat dibalik rencana sang juru taktik Uruguay, Oscar Tabarez yang kabarnya akan menyimpan Edinson Cavani.

Menurut Descamps, keberadaan Cavani sangat berpengaruh bagi Uruguay, tidak hanya arena dua golnya ke gawang Portugal, tapi juga daya gedor La Celeste, sehingga sulit untuk menyimpan bomber PSG itu di bangku cadangan.

Sebelumnya, Cavani mengalami cedera betis saat laga melawan Portugal dan dikabarkan bakal disimpan oleh Tabarez di bangku cadangan dengan telah menyiapkan pemain lain sebagai penggantinya di lini depan.

“Semua pelatih selalu punya rencana untuk setiap kemungkinan. Saya tidak pernah menilai (absennya Cavani) itu sebagai keuntungan bagi kami. Itu adalah sebuah siasat. Saya pikir kami harus siap dalam segala kemungkinan. Kami tidak boleh terpengaruh oleh kondisi lawan. Kami harus membusungkan dada dengan gaya permainan kami sendiri,” tandas Deschamps, seperti dikutip laman resmi FIFA.

Sejauh ini, Uruguay baru satu kali kebobolan di Piala Dunia 2018, yakni saat melawan Portugal.(i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru