Thursday, July 19, 2018
Home > Berita > Brasil Berantakan di Tengah Jalan, Prancis Makin Perkasa

Brasil Berantakan di Tengah Jalan, Prancis Makin Perkasa

Pemain Brasil sedih disingkirkan Belgia. (reuters)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Rusia) – Tim Samba Brasil ternyata belum pulih dari trauma Piala Dunia sebelumnya. Bahkan kali ini berantakan di tengah jalan. Sedangkan Prancis yang mengandalkan pemain-pemain muda brilian makin perkasa.

Sementara Tim Setan Merah Belgia justru sukses memgakhiri penantian panjang selama 32 tahun dan lolos ke semifinal Piala Dunia sejak edisi Meksiko. Sukses itu diraih Eden Hazard dan kawan-kawan setelah mendepak Brasil 2-1 pada babak perempatfinal Piala Dunia 2018 di Kazan’ Arena, Rusia, Sabtu (7/7) dinihari WIB.

Ini pertama kalinya Setan Merah lolos ke semifinal Piala Dunia sejak 1986. Pada edisi ke-13 yang digelar di Meksiko saat itu, Belgia mendepak Spanyol lewat adu penalti 5-4 (1-1). Namun langkah Setan Merah akhirnya terhenti di fase semifinal setelah menyerah 0-2 dari Argentina.

Di Piala Dunia kali ini, Setan Merah sukses mendepak Brasil 2-1 untuk menantang Prancis di babak semifinal yang sebelumnya menyingkirkan Uruguay 2-0 pada Jumat (5/7) malam WIB. Duel antara Belgia kontra Prancis bakal digelar pada Rabu (11/7) pukul 01:00 WIB.

Sukses Belgia mendepak Brasil tidak terlepas dari penampilan apik yang mereka perlihatkan di Stadion Kazan Arena Rusia.

Eden Hazard dan kolega langsung tampil menekan sejak awal-awal laga sebelum akhirnya membuka keunggulan lewat aksi bunuh diri Fernandinho di menit ke-13. Bermaksud untuk menghalau sepakan Hazard dari skema tendangan sudut, bola justru mendarat ke gawang Brasil yang tidak bisa diantisipasi Alisson Becker. Tetinggal satu gol, memaksa anak-anak asuh Tite langsung tampil menekan.

Keasyikan menyerang, gawang Brasil justru kembali jebol di menit ke-31. Kali ini giliran Kevin De Bruyne yang sukses menaklukkan Alisson lewat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti, usai menerima umpan Romelu Lukaku. Belgia pun menjauh dua gol tanpa balas.

Merasa terancam, Brasil kian gencar menyerang demi mengejar ketinggalan. Namun usaha yang dilakukan Neymar cs hanya sekadar melahirkan peluang, tanpa mampu menjebol gawang Belgia, kawalan Thibaut Courtois sampai turun minum.

Di babak kedua, Tim Samba terus mencari cara untuk memecah kebuntuan hingga akhirnya berhasil menjebol gawang Courtois pada menit ke-76, lewat aksi Renato Augusto. Umpan silang Coutinho berhasil ia teruskan lewat tandukan yang bersarang di gawang Courtois, sekaligus memperkecil ketinggalan Brasil menjadi 1-2.

Gol tersebut kian membangkitkan asa Neymar cs untuk terus menyerang demi menghindari kekalahan. Namun waktu 14 menit tersisa, belum cukup bagi Tim Samba untuk menghindari kekalahan. Pasalnya, skor 2-1 untuk keunggulan Belgia tetap tidak berubah, hingga laga bubaran.

Hasil itu sekaligus memperpanjang rekor ‘menyakitian’ Brasil setiap kali bertemu dengan wakil Eropa pada fase gugur dari empat edisi terakhir Piala Dunia. Sebelumnya, Tim Samba disingkirkan oleh Jerman pada edisi 2014, Belanda 2010, dan Prancis 2006.

Sedangkan bagi Belgia, sukses ini menjadi kesempatan bagi Hazard cs untuk mengukir sejarah dengan melampaui torehan tertinggi mereka di Piala Dunia sejak menembus fase semifinal pada edisi 1986 di Meksiko.

TUMPUL TANPA CAVANI

Uruguay yang tampil tanpa Edinson Cavani ternyata tumpul dan harus mengakui keunggulan Prancis pada laga babak perempat final Piala Dunia yang dihelat di Stadion Nizhny Novgorod, Rusia, Jumat (6/7) malam WIB.

Kekalahan Uruguay 0-2 juga tidak lepas dari blunder yang dilakukan oleh kiper Fernando Muslera yang tidak lengket menangkap tendangan Atoino Griezmann.

Dengan kemenangan ini Prancis lolos ke semifinal dan lawannya menunggu hasil laga antara Brasil dengan Belgia yang sebentar lagi akan bertanding.

Kedua gol Prancis diciptakan Varane menit ke-40 dan gol Griezmann pada menit ke-61.

Bermain tanpa Cavani karena sang striker menderita cedera otot betis kaki kiri, sebetulnya Urugay pada babak pertama mampu merepotkan Prancis. Hanya saja Stuani yang menggantikan posisi Cavani belum mampu berbuat banyak.

Hanya saja Prancis yang mengandalkan pemain muda, juga tidak tinggal diam. Bahkan pada menit ke-15 Mbappe membuang peluang cantik. Awalnya Mbappe yang berdiri sendiri di kotak penalti menerima umpan sundulan dari Giroud. Pemain Paris Saint Germain ini tidka mengontrol bola lebih dulu melainkan meneruskannya dengan sundulan yang tak maksimal dan bola hanya melambung jauh dari atas mistar gawang Uruguay.

Prancis terus mengancam pertahanan Uruguay. Akhirnya kebuntuan pecah pada menit ke-40. Berawal dari pelanggaran yang dilakukan Bentancur terhadap Tolisso.

Griezmann yang mengambil tendangan bebas mengangkat bola ke kotak penalti. Pemain belakang Varena lalu menyundul bola yang tidak bisa dijangkau oleh kiper Uruguay. Kedudukan 1-0 untuk Prancis hingga turun minum selesai.

Memasuki babak kedua, Uruguay berusaha keluar dari tekanan dan mencari gol penyeimbang. Menit ke-58 tembakan keras yang dilakukan Caceres dari sisi kiri bola masih melambung di atas mistar gawang.

Namun Prancis akhirnya mampu menambah gol keunggulan. Menerima umpan dari Tolisso, lalu Griezmann melepaskan tembakan yang tidak terlalu keras dari luar kotak penalti. Sebetulnya Muslera mampu menebak arahnya bola, namun entah kenapa halauannya tak maksimal, sehingga menjadi gol yang Griezmann sendiri tidak menyangka. Prancis gandakan keunggulan menjadi 2-0.

Gol itu sepertinya membuat mental pemain-pemain Uruguay runtuh, termasuk sang kiper. Usaha mereka selalu mentok di bagian belakang Prancis yang dijaga kokoh oleh Umtiti.

Apalagi bek Barcelona itu mampu mematikan pergerakan Luis Suarez yang juga pemain Barcelona. Oleh karena itu segala usaha yang dilalukan Uruguay semua sia-sia. Akhirnya mereka harus angkat koper dari Rusia. (i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru