Wednesday, November 13, 2019
Home > Berita > Bos Taman Wisata Matahari Hari Darmawan Ditemukan Tewas di Sungai Ciliwung

Bos Taman Wisata Matahari Hari Darmawan Ditemukan Tewas di Sungai Ciliwung

Hari Darmawan. (Foto: Dokumentasi Polsek Cisarua)

Hari Darmawan. (Foto: Dokumentasi Polsek Cisarua)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Hari Darmawan, pemilik atau bos Matahari Department Store, ditemukan tewas terapung di aliran Sungai Ciliwung, Bogor, Sabtu (10/3). Sebelumnya pengusaha itu dilaporkan hilang sejak pukul 21.30 WIB Jumat (9/3) malam.

Hari Darmawan, juga pemilik Taman Wisata Matahari (TWM) Cisarua, Bogor, Jabar tersebut, sebelumnya diketahui berada di vila miliknya, di Kawasan Jalan Hankam Wira Lokatama Puncak.Namun sehari kemudian, tidak jauh dari vilanya, jenazahnya ditemukan oleh Tim SAR di aliran Sungai Ciliwung sekitar pukul 06.30 WIB. Jasad Hari kemudian dibawa ke RSUD Ciawi.

Para wartawan mendapat penjelasan dari Humas TWM, Teja Purwadi, yang membenarkan kejadian tersebut. Tetapi dia menyatakan belum mengetahui penyebab kematian Hari Darmawan tersebut. Dia minta wartawan menanyakannya pada pihak keluarga.

Pihak keluarga dikabarkan memutuskan membawa almarhum ke Bali untuk dikremasi.

Hari Darmawan, menurut sumber Wikipedia, memiliki nama asli Tan Tjan Hok dan lahir di Makassar 27 Mei 1940. Dia adalah seorang pengusaha nasional yang merupakan pendiri toko jaringan ritel terkemuka Matahari Department Store  dan tempat wisata populer di Cisarua, Bogor, yaitu Taman Wisata Matahari.

Ayah Hari Darmawan, Tan A Siong, adalah seorang pengusaha lokal Makassar yang behubungan dengan produk-produk pertanian. Dia dilahirkan dari keluarga besar, 12 bersaudara. Pada tahun 1950-an usaha keluarganya mengalami kesulitan dan akhirnya bangkrut, sehingga Darmawan bersama orangtuanya harus berjuang keras untuk menjalankan usaha dari nol lagi. Dengan latar belakang keluarga pedagang seperti ini, menjadikan Hari kecil tumbuh menjadi seorang pemuda yang tekun, ulet, jujur, pantang menyerah, dan ingin selalu menjadi pemenang.

Setelah lulus dari SMU dia merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Dia bertemu dan menikahi putri dari pemilik “Mickey Mouse”, sebuah toko serba ada berukuran kecil di Pasar Baru, yang pada saat itu merupakan sebuah distrik perbelanjaan terkenal di Jakarta.

Ayah mertua Hari Darmawan kemudian menjual toko serba ada tersebut kepadanya. Di bawah pengelolaannya, toko berkembang pesat. Pada tahun 1968, dia membeli toko serba ada terbesar di Pasar Baru waktu itu yang bernama “Toko De Zon. Dia mengganti namanya menjadi “Matahari” dan gerai pertama dibuka pada tanggal 24 Oktober 1958 yang menempati gedung dua lantai seluas 150 meter persegi di Pasar Baru, Jakarta. Pada tahun 1980-an, “Matahari” membuka cabang-cabangnya di hampir semua kota besar di Indonesia dan toko tersebut terkenal sebagai toko jaringan ritel terbesar di Indonesia.

Darmawan pernah terpilih sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Semasa krisis moneter tahun 1997, bisnis Darmawan terkena dampaknya dan menanggung kerugian besar. Akhirnya, bisnisnya dibeli oleh Lippo Group Darmawan sendiri kemudian mendirikan perusahaan baru bernama “Pasar Swalayan Hari-Hari”.

Hari Darmawan juga telah merambah ke bidang pariwisata dengan membangun Taman Wisata Matahari yang berlokasi di Cisarua, Bogor.***(edy t)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru