Friday, November 15, 2019
Home > Berita > Bom Meledak di Tiga Gereja Surabaya, 9 Orang Tewas 40 Luka

Bom Meledak di Tiga Gereja Surabaya, 9 Orang Tewas 40 Luka

Gereja Santa Maria Surabaya yang berntakan terkena ledkan bom. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Surabaya) – Korban bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timr terus bertambah. Sekarang ini sudah diketahui 9 orang tewas, sedangkan korban luka menjadi 40 orang termasuk 2 anggota polisi.

“Jumlah korban meninggal bertambah lagi, kalau terakhir saya update delapan orang, baru saja saya dapat informasi dari rumah sakit Dr Sutomo, satu korban luka meninggal sehingga jumlahnya menjadi sembilan orang,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera, Minggu (13/5).

Frans menyebutkan, sampai saat ini pihaknya belum mengemukakan soal jenis kelamin dari para korban karena petugas masih melakukan identifikasi.

Bahkan satu korban meninggal sampai saat ini masih di tempat kejadian perkara (TKP) belum dievakuasi. “Karena terkait dengan penyelidikan, masih ada satu mayat yang berada di TKP dan belum di evakuasi ke rumah sakit,” jelasnya.

Ledakan bom terjadi di Surabaya, Minggu (13/5) pagi. Ledakan bom terjadi di tiga gereja di lokasi berbeda di wilayah Jawa Timur. Tiga gereja itu adalah Gereja Pantekosta, Gereja GKI, dan Gereja Santa Maria.

DAMPAK JAKARTA
Bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Surabaya imbas dari kerusuhan antara tahanan dan petugas di Mako Brimob, Depok beberapa waktu lalu. Hal itu diyakini Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin.

“Kejadian ini imbas dari kejadian di Jakarta,” kata Kapolda Machfud Arifin saat mendatangi Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno, Surabaya, Minggu.

Machfud mengatakan setelah kejadian di Rutan Mako Brimob, pimpinan mereka menyerukan agar para pengikutnya berjihad. Terbukti ada gerakan-gerakan yang bersifat penyerangan termasuk diantaranya yang terjadi di Mako Brimob pasca kerusuhan di tempat itu.

Machfud menjelaskan, bom-bom yang diledakkan di tiga gereja dilakukan dengan cara berbeda. Untuk bom bunuh diri di Gereja di Arjuno dilakukan menggunakan bom mobil sementara gereja di Ngagel diserang dengan bom motor dan di Jalan Diponogoro dengan cara meledakkan diri.

“Kami minta pada jemaah berhati-hati, biar kami sterilisasikan dulu. Kami masih melakukan upaya. Kami minta waktu dan doanya,” ujar Machfud.(n/dir)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru