Tuesday, October 22, 2019
Home > Berita > BNPB Terjunkan Lebih Banyak Tim dan Peralatan untuk Atasi Banjir di Sejumlah Wilayah Indonesia

BNPB Terjunkan Lebih Banyak Tim dan Peralatan untuk Atasi Banjir di Sejumlah Wilayah Indonesia

Mimbar-rakyat.com (Jakarta) – Guna mengatasi banjir di sejumlah wilayah di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan lebih banyak tim dan peralatan ke lokasi benjaca. Banjir antara lain terjadi di Kaltim, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Barat.

Kepala BNPB, Doni Monardo, dalam pernyataannya berkomitmen penuh dalam menangani bencana alam tersebut dengan menerjunkan lebih banyak personel gabungan, serta peralatan dan logistic, sehingga daerah-daerah yang terdampak bisa mendapat bantuan secara langsung dan menyeluruh.

Bencana yang terjadi di beberapa titik wilayah di Indonesia itu, menurut dia,  juga memerlukan atensi dan penanganan secara cepat dan tepat.

“Bencana hari ini (Rabu 12/6-Red) ada di puluhan titik. Dengan jumlah tim yang terbatas, kita tidak bisa bekerja sendirian. Oleh karena itu saya minta segenap unsur BNPB segera berkoordinasi dan tentunya nanti saya minta bantuan dari LO dari Angkatan Darat dan Angkatan Udara, agar daerah mendapat atensi secara cepat, menyeluruh dan tepat sasaran”, kata Doni, seperti tertuang dalam siaran pers BNPB.

BNPB terus melakukan pemantauan dan pengiriman tim reaksi cepat ke lapangan. BNPB telah mengerahkan satu helikopter untuk mengevakuasi korban dan untuk distribusi logistik berupa kebutuhan makanan pokok di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Bantuan dana siap pakai juga telah diberikan kepada pemerintah daerah. BNPB juga mengharap agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dapat lebih meningkatkan kapasitas dan selalu siaga dalam menghadapi fenomena cuaca tersebut.

Samarinda Hingga Padang Pariaman

Banjir dengan rata-rata ketinggian muka air 25-125 sentimeter melanda delapan kelurahan di empat kecamatan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, hingga hari ini Rabu (12/6).

Delapan kelurahan di empat kecamatan tersebut meliputi; Kelurahan Sempaja Utara, Kelurahan Gn. Lingai, Kelurahan Sempaja Timur di Kecamatan Samarinda Utara, Kelurahan Temindung Permai, Kelurahan Sungai Pindang Dalam, Kelurahan Mugirejo, Kelurahan Bandara di Samarinda Ulu dan Kelurahan Sidodai di Kecamatan Bukit Pinang.

Sebanyak 11.652 KK atau 35.684 jiwa terdampak banjir sejak sepekan lalu. Masing-masing KK yang terdampak tersebar di beberapa titik seperti di Kecamatan Samarinda Utara; 2.534 jiwa di Kelurahan Sempaja Timur, 2.511 jiwa di Kelurahan Sempaja Utara, 3.985 jiwa di Kelurahan Sempaja Selatan, 4.754 jiwa di Kelurahan Gn. Lingai dan sebanyak 7.912 jiwa di Kelurahan Temindung Permai.

Kemudian di Kecamatan Sungai Pinang masing-masing; 7.912 jiwa di Kelurahan Temindung Permai, 1.300 jiwa di Kelurahan Sungai Pinang Dalam, 373 jiwa di Kelurahan Mugirejo dan 11.104 jiwa di Kelurahan Bandara, serta 1.201 jiwa di Kelurahan Sidodai di Kecamatan Samarinda Ulu.

Banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Bengkuring dan curah hujan dengan intensitas tinggi itu merendam 626 unit rumah di Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang.

Banjir juga merendam 69 desa di 17 kecamatan, Kabupatan Konawe Utara, Sulawesi Tenggara sejak sepekan terakhir. Adapun 69 desa di 17 kecamatan yang terdampak diantaranya berada di Kecamatan Abuki, Anggaberi, Tongauna, Pondidaha, Amonggedo, Tongauna Utara, Konawe, Wonggeduku, Wonggeduku Barat, Sampara, Bondoala, Morosi, hingga Unaaha.

Banjir tersebut juga memaksa 1.420 KK atau 5.111 jiwa mengungsi. Sedikitnya sekitar 1.235 unit rumah terendam dan 185 unit lainnya hanyut. Kerusakan sektor pertanian mencakup lahan sawah seluas 970,3 hektar, lahan jagung 83,5 hektar dan lainnya 11 hektar. Sedangkan sektor perikanan darat/tambak seluas 420 hektar.

Pemerintah daerah Konawe Utara menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari terhitung mulai 2 Juni 2019 hingga 16 Juni 2019.

Intensitas hujan yang tinggi dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia juga mengakibatkan terjadinya banjir bandang di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Wilayah yang terdampak tersebut berada di kawasan daerah Paingan, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau akibat jebolnya tanggul Batang Paingan.

Banjir juga menerjang Pasar Sungai Limau akibat meluapnya Batang Sungai Limau sehingga melumpuhkan transaksi jual beli di pasar tersebut. Banjir tersebut tidak hanya merugikan pedagang yang berdagang di pasar itu namun juga membuat arus lalu lintas Padang-Pasaman Barat macet.

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi menimpa sebuah rumah di Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging yang mana material longsor telah dibersihkan warga. Longsor tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka. Korban luka-luka sudah mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke Puskesmas terdekat.

BNPB mengerahkan tim gabungan dari unsur BNPB dan beberapa sektor lainnya untuk menanggulangi bencana alam akibat anomali cuaca yang terjadi di beberapa daerah.(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru