Wednesday, June 03, 2020
Home > Berita > BNPB: Korban Tewas Gempa 6,8 SR di Ambon Menjadi 20 Orang, 100 Luka dan 2.000 Jiwa Ngungsi

BNPB: Korban Tewas Gempa 6,8 SR di Ambon Menjadi 20 Orang, 100 Luka dan 2.000 Jiwa Ngungsi

MIMBAR-RAKYAT.Com (Ambon) – Jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan 6,8 skala richter (SR) yang mengguncang Ambon pada Kamis (26/9) bertambah menjadi 20 orang. Jumlah ini merupakan total yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 18:.00 WIB.

“Total Korban meninggal dunia akibat gempa bumi 6.8 M sebanyak 20 orang,” terang Plt Pusdatinmas BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya.

Agus mengatakan, sebagian korban tewas telah teridentifikasi. Selain itu, Agus menyebut lebih dari 100 orang menderita luka-luka. Satu di antaranya mengalami luka berat. “Sementara, pengungsi diperkirakan kurang lebih 2.000 jiwa,” imbuhnya.
Berikut data korban meninggal dunia berdasarkan info BNPB:
Narti (tak dijelaskan alamatnya)
Frans Masi (tak dijelaskan alamatnya)
Halimah Samual (warga Desa Liang)
La. Na’i (warga Desa Liang)
Wa Ona (warga Desa Liang)
Anisa Maruapey (warga Desa Liang)
Hamid Laisou (warga Desa Liang)
Hasam Laisou (warga Desa Liang)
Tine Tuasela (warga Desa Waai)
Semi Kadidu (warga Desa Waai)
Minggus Souhoka (warga Desa Waai)
Sansia (warga Waisamu, Kabupaten Seram Bagian Barat)
Aditya (warga Waisamu, Kabupaten Seram Bagian Barat)
Johan (warga Waisamu, Kabupaten Seram Bagian Barat)
3 warga Batu Kuda Tial (belum teridentifikasi)
1 warga Lembah Agro Bayi Nanlohi (belum teridentifikasi)
2 orang belum teridentifikasi nama dan alamatnya

Sementara itu, berikut data korban luka-luka:
6 orang luka ringan di Kampung Iha, Desa Liang
100 orang luka-luka akibat gempa di Desa Liang
1 orang luka berat di Desa Waisama, Kabupaten Seram Bagian Barat atas nama Jono

Gempa 6,8 SR yang mengguncang Ambon terjadi pada pukul 06.46 WIB. BMKG mencatat gempa ini tak berpotensi tsunami. Meski demikian, gempa susulan berkekuatan 5,6 magnitudo terjadi tak lama setelah gempa pertama. Yakni, sekitar pukul 07.39 WIB.

Akibat kejadian ini, masyarakat berbondong-bondong mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Hal ini membuat kondisi lalu lintas macet.

Selain itu, BNPB mencatat gempa ini mengakibatkan rusaknya sejumlah bangunan. Yakni, 1 jembatan mengalami retak, 1 bangunan Universitas Pattimura mengalami rusak ringan, dan kantor Ketahanan Pangan Provinsi Maluku mengalami rusak. Selain itu, sejumlah rumah warga juga dilaporkan rusak. (A/S/K/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru