Thursday, June 20, 2019
Home > Berita > BNPB Ajak Masyarakat Ikuti Latihan Pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana

BNPB Ajak Masyarakat Ikuti Latihan Pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak masyarakat meluangkan satu hari untuk melakukan latihan kesiapsiagaan bencana secara seretak, 26 April, dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana.

Putusan BNPB menjadikan tanggal 26 April  sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana, seperti dikutip dari www.bnpb.go.id,  bertujuan untuk membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan, guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia Tangguh Bencana.

Kegiatan utama pada Hari Kesiapsiagaan Bencana adalah dilaksanakannya latihan atau simulasi serentak di seluruh wilayah Indonesia, seperti latihan evakuasi mandiri, simulasi kebencanaan, uji sirine peringatan dini, uji shelter dan lainnya.

Kepala BNPB, HE Willem Rampangilei pada acara sosialisasi persiapan pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana di Graha BNPB, belum lama ini, dilatarbelakangi 10 tahun ditetapkannya Undang-Undang No.24 Tahun 2007 tentang Penangulangan Bencana yang jatuh pada 26 April 2017.

Harapan dari latihan ini, katanya, untuk memberikan pengetahuan mengenai di mana posisi kita, serta risiko apa yang ada di sekitar kita, lalu apa solusinya dalam merespon risiko bencana tersebut.

Kegiatan latihan evakuasi mandiri di seluruh Indonesia akan dilaksanakan secara serentak di sejumlah lokasi antara lain sebagai berikut: Sekolah di Lingkungan Dinas Pendidikan, Madrasah di lingkungan Kanwil Agama, Pom Bensin Pertamina, Lingkungan PT PAM, Bandara udara, Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan, Madrasah di lingkungan Kanwil Agama, Kantor Pemerintah Daerah, Jajaran TNI/POLRI, Hotel, Kantor Perbankan, Pusat Perbelanjaan Modern (Mall), Apartemen, Kondominium, Rusunawa, Perumahan yang Dikelola Pengembang dan Kawasan Permukiman Penduduk, dan lainnya.

Rekapitulasi kejadian dan dampak bencana tahun 2016  terdapat 2,384 bencana yang mengakibatkan 521 jiwa meninggal dunia dan hilang, 3,164 juta jiwa menderita dan mengungsi.

Kerusakan dan kerugian akibat bencana tertinggi masih didominasi gempa bumi dan diikuti bencana banjir dengan rata-rata kerugian setiap tahun akibat bencana sekitar 30 trilyun rupiah.***(eank)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru