Wednesday, May 22, 2019
Home > Berita > BNPB: 50 Kota Masih Rawan, Telah 7 Korban Tewas Ditemukan

BNPB: 50 Kota Masih Rawan, Telah 7 Korban Tewas Ditemukan

Sebuah masjid di Kabupaten 50 Kota terendam akibat musibah banjir dan longsor, Jumat (3/3). (Foto: Istimewa)

Sebuah masjid di Kabupaten 50 Kota terendam akibat musibah banjir dan longsor, Jumat (3/3). (Foto: Istimewa)

Mimbar-Rakyat.com (Padang) – Kondisi sejumlah lolasi di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) paca banjir dan longsor masih rawan, terutama bila turun hujan. Demikian hasil hasil rapat evaluasi harian Penanganan Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Kab Limapuluh Kota.

Evaluasi, seperti dimuat pada laman bnpb.go.id Kamis (9/3), menghasilkan sejumlah temuan dan ketetapan, antara lain masih terdapatnya longsoran-longsoran kecil baru di sekitar longsoran awal, sehingga masih rawan apabila turun hujan. Dikatakan, Prediksi BMKG menyebutkan bahwa di Kab. Limapuluh Kota (50) mulai Rabu (8/3) sampai satu minggu ke depan awan hujan besar mulai bergeser ke wilayah Timur Sumatera, tetapi hujan lokal akan masih terjadi.

Pertemuan yang digelar Rabu (8/3) pukul 19.00 WIB itu juga melaporkan ditemukannya kembali 1 orang meninggal di lokasi pencarian longsor di Nagari Koto Alam Kec. Pangkalan Koto Baru, sehingga total yang meninggal menjadi 7 orang (5 orang karena longsor, 1 orang hanyut karena banjir, dan 1 bayi meninggal akibat mati listrik ketika proses persalinan).

Pihak pekerjaan umum (dinas kab, provinsi, dan balai jalan) terus melakukan pembersihan material longsor sehingga secara umum jalan Payakumbuh – Pangkalan sudah bisa dilewati. Kemudian jalan nasional Sumbar – Riau yang putus di Km 187, akibat musibah pada Jumat (3/3) lalu itu, sudah dapat dilalui kendaraan berat.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho ini, juga dijelaskan, kondisi banjir telah kering di wilayah kecamatan terdampak dan aktivitas perekonomian warga mulai kondusif, ditandai dengan banyaknya warung yang buka,

PLN masih terus bekerja mengganti tiang listrik yang roboh sehingga beberapa wilayah sudah mulai normal kembali aliran listriknya. Pos distribusi logistik di kec Pangkalan Koto Baru juga masih beroperasi mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak terdekat.

SD 04 Pangkalan telah dibersihkan dan siap dipakai untuk aktifitas pendidikan. Begitu pun aktifitas sosial dan ekonomi masyarakat telah mulai normal kembali. BNPB mengerahkan 2 helikopter untuk mengirimkan bantuan logistik ke Kec. Kapur IX (Nagari Galugua dan Kotolamo) karena akses darat masih sulit dilakukan.

Logistik dan peralatan dipusatkan di GOR Singaharau sehingga memudahkan pengadministrasian. Terkait sinyal seluler di Kec. Pangkalan sudah aktif kembali, PDAM pun sudah lancar. Dukungan tambahan 3.000 selimut dari BNPB Rabu malam (Kamis dini hari) sekitar pukul 01.00 WIB telah tiba di Payakumbuh sebanyak 2.600 lembar dan sisanya 800 dikirim Kamis (9/3) pagi dari Jakarta.

Dijelaskan pula, dana siap pakai Rp500 juta yang merupakan bantuan dari BNPB sudah masuk ke rekening BPBD per tanggal 7 Maret 2016. Fokus rencana penanganan tanggap darurat Kamis ini adalah; pencarian lanjutan korban longsor, distribusi bantuan baik melalui darat maupun udara, distribusi air bersih (termasuk perbaikan pipa PDAM), pelayanan kesehatan pasca banjir, dan pembersihan lingkungan terutama fasilitas publik yang belum tersentuh, seperti sekolah).***(eank)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru