Monday, October 21, 2019
Home > Berita > Berwudhu dengan air panas abadi di Masjid Al-Hikmah TebingTinggi

Berwudhu dengan air panas abadi di Masjid Al-Hikmah TebingTinggi

Pipa besi warna biru di halaman depan Masjid Al-Hikmah sebagai sarana penyalur air panas ke kran-kran air tempat berwudhu. (aulia lubis)

MIMBAR-RAKYAT.com (Tebing Tinggi) – Ada yang unik di kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara,  tepatnya di Masjid Al-Hikmah, Jalan Sisingamangaraja, karena di masjid itu ada air panas abadi sehingga dapat berwudhu dengan air panas.

Masjid Al Hikmah dibangun pada 1950-an dan lebih dikenal masyarakat Kota Tebingtinggi dengan sebutan Masjid Simpang Rambung .

Sumber mata air panas itu tidak pernah berhenti mengalir dari dalam bumi , sejak dibangun pada masa zaman kolonial Belanda sekitar tahun 1928  hingga saat ini.

Lokasi sumber air panas itu tepat di bagian depan halaman masjid.  Air panas tersebut merupakan air tawar biasa dan tidak berbau belerang seperti sumber air panas yang lainnya.

Pipa-pipa digunakan sebagai tempat aliran ke kran-kran air dan digunakan untuk berwudhu para jamaah.

Letak masjid itu strategis di jalur perlintasan Timur dan Barat.  Jika dari Medan, Kota Tebingtinggi merupakan gerbang lintas timur dan barat Pulau Sumatera, jalan lintas barat menuju Kota Pematang Siantar dan kota wisata Parapat.

Masjid Al-Hikmah simpang Rambung, Kota TebingTinggi yang memiliki sumber air panas abadi. (Aulia Lubis)

Sedangkan jalan lain merupakan kawasan lintas timur menuju Kota Kisaran dan seterusnya, sehingga masjid ini sering dikunjungi para musafir yang ingin beribadah dan istirahat.

Selain di Masjid Al-Hikmah, di TebingTinggi juga ada beberapa titik sumber air panas,  seperti di jalan rumah sakit umum komplek SD Negeri,  di Jalan Sutoyo bangsal PJKA, di Jalan Thamrin menuju kampung Rao.

Sampai saat ini,  walaupun lokasi sumber air panas itu kurang terawat,, tetapi masih digunakan masyarakat sekitar untuk kebutuhan sehari-hari.

Menanggapi adanya sumber air panas di Masjid Al-Hikmah ini,  Zulham, salah seorang kepala lingkungan (Kepling) di kelurahan Rambung  Kota Tebing Tinggi, mengharapkan agar tetap dirawat pihak yang berwenang.

“Sumber air panas itu perlu dijaga dan dirawat. Semoga Pemko Tebing Tinggi  selalu memperhatikan masjid tua yang memiliki sumber air panas itu, ” katanya.

Belum ada keterangan resmi tentang sumber air panas di masjid dan beberapa tempat itu di Tebing Tinggi.

“Entah apa yang menyebabkan air itu panas dan itu sudah ada sejak dahulu kala. Jadi ini peninggalan jaman dulu dan perlu diteliti dan dilestarikan,” kata Zulham. (al/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru