Monday, March 30, 2020
Home > Cerita > Berusaha Menjaga dan Mengendalikan Lisan

Berusaha Menjaga dan Mengendalikan Lisan

Mesjidil Haram Mekah.

  • MALAIKAT MENCATAT SETIAP PERKATAAN

MIMBAR RAKYAT.COM (Rohani) – Kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT terus kita tingkatkan, dengan berupaya
menambah ketaatan dalam melakanakan semua perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya dengan penuh kesadaran, kesabaran, serta keikhlasan hati.

Kita juga harus terus mensyukuri berbagai nikmat dan karunia yang diberikan Allah. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang hidup bahagia, baik di dunia maupun akhirat kelak.

Guna meningkatkan ketaatan kita, salah satunya dengan senantiasa menjaga lidah kita dan seluruh anggota tubuh.

Menjaga lisan atau ucapan kita, agar tidak terjerumus ke dalam dosa. Sebab lidah yang tak bertulang ini, bila tak dijaga bisa menjerumuskan kita ke dalam neraka. Begitu juga sebaliknya, bila dijaga dengan baik akan membawa kita ke dalam surga.

Firman Allah dalam Surah Qaf 50:18, “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”

Sesungguhnya lisan merupakan salah satu nikmat Allah yang amat besar dan salah satu ciptaan Allah yang paling menakjubkan. Bentuknya yang kecil, namun perannya sangat besar dalam ketaatan maupun dalam kemaksiatan.

Bahkan kekufuran dan keimanan, tidak bisa diketahui dengan jelas kecuali dengan persaksian lisan, padahal keduanya merupakan puncak dari ketaatan dan kemaksiatan.

SEMUA TUNDUK
Lisan merupakan raja atas semua anggota tubuh. Semua tunduk dan patuh kepadanya. Jika dia lurus, niscaya semua anggota tubuhnya ikut lurus. Jika dia bengkok, maka bengkoklah semua anggota tubuhnya.

Rasulullah bersabda, “Apabila anak cucu Adam masuk waktu pagi hari, maka seluruh anggota badan tunduk kepada lisan, seraya berkata, “Bertakwalah kepada Allah dalam menjaga hak-hak kami, karena kami mengikutimu, apabila kamu lurus, maka kami pun lurus, dan apabila kamu bengkok, maka kami pun bengkok.” (At Tirmidzi dan Ahmad).

Seorang manusia bisa masuk surga disebabkan karena lisannya. Apabila benar lisannya, maka dia akan mendapatkan pahala, dan sebaliknya bila salah mempergunakannya, maka dia akan
mendapatkan dosa.

Lisan manusia bisa mewujudkan berupa zikir, tasbih, tahlil, membaca Alquran, ucapan amar makruf nahi munkar, berbuat baik kepada sesama manusia, dan mengajak mereka kepada
kebaikan.

Lisan adalah salah satu nikmat dari Allah SWT, jika dipergunakan oleh hambanya untuk kebaikan, sebagai petunjuk dan kesalihan, maka dia akan mendapatkan pahala.

Lisan memang senang sekali mengembara ke tempat-tempat yang tidak mempunyai tujuan, lahannya yang luas tiada terbatas dan tiada bertepi. Dia memiliki peran yang sangat besar di dalam lahan kebajikan, juga di lahan keburukan.

Maka barangsiapa yang mengumbar lisannya dengan bebas dan tidak mau mengendalikannya, maka setan akan menggiringnya ke dalam segala sesuatu yang dia ucapkan. Lalu menyeretnya ke
jurang kehancuran, dan selanjutnya jatuh ke dalam kebinasaan.

TERGELINCIR

Tidak seorang pun yang dapat selamat dari tergelincirnya lisan kecuali orang-orang yang mau mengendalikan dengan tali kekang syariat, sehingga lisannya tidak mengucapkan sesuatu, kecuali yang memberi manfaat di dunia maupun akhirat.

Kata-kata yang manis memang terbukti bisa menghipnotis manusia. Dia bisa menghanyutkan manusia dalam buaiannya. Karena terkait pada fitrah manusia yang selalu ingin dihargai
bahkan dipuji. Tutur kata yang manis juga bisa memotivasi orang lain untuk berbuat baik dan meninggalkan perbuatan munkar.

Sebuah kritikan yang tajam, namun dibungkus dengan tutur kata yang halus lebih bisa diterima orang yang dikritik. Dan sebaliknya, menyampaikan kebenaran secara vulgar dan
kasar kepada umat manusia, terkadang akan berakibat sebaliknya.

Sabda Rasulullah, “Sampaikanlah kebenaran itu walau terasa pahit.”

Mengucapkan kebenaran itu memang besar resikonya, begitu juga mencegah kemunkaran banyak akibatnya, akan tetapi, itu harus kita lakukan, harus disampaikan, setidak-tidaknya untuk
mencegah kemunkaran itu terjadi.

Sabda Rasulullah, “Hati-hatilah kamu dengan lisan yang gemar berdusta, sebab sesungguhnya dusta bisa membawa kepada perbuatan durjana, dan perbuatan durjana menggiring orang kepada neraka.” (H. Johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru