Friday, July 10, 2020
Home > Berita > Bertemu Dengan Indar Atmanto di Sukamiskin Oleh Elly Sri Pujianti

Bertemu Dengan Indar Atmanto di Sukamiskin Oleh Elly Sri Pujianti

Indar Atmanto.

 Rombongan PWI Jaya berangkat ke Sukamiskin dengan niat khusus untuk bersilaturahim dengan Indar Atmanto, mantan Dirut Indonesia Mega Media (IM2).

Indar dinyatakan bersalah karena menandatangani perjanjian kerja sama antara IM2 dengan Indosat untuk menyediakan jaringan 3G memanfaatkan spektrum 2,1 GHz milik Indosat.

Dalam perjalanan sidang, Ia divonis delapan tahun penjara dan dipaksa masuk ke LP Sukamiskin setelah upaya kasasinya ditolak Mahkamah Agung (MA).

Nah, rombongan dari PWI Jaya,  berangkat ke Bandung, pada 5 Agustus 2016. Di antara rombongan terdapat  Kamsul Hasan, ketua DKP PWI Jaya, Ismet Rauf Penasehat PWI Jaya, Endang Sriwahyuni Ketua PWI Jaya, Sayid Iskandarsyah,Sakti Sawung Umbaran,  Kesit B. Handoyo, Herman, Berman, Ayu, Elly, Wulan, dan beberapa panitia lainnya.

Perjalanan amat meriah. Di dalam bus selama perjalanan, kami berkaroke ria, bernyanyi lagu-lagu jadul yang dinyanyikan oleh Ebiet GAD, Iis Sugianto, The Mercis, Aryanto, Tety Kadi dll. Kami bernyanyi berbagai jenis lagu dari lagu dangdut- lagu pop. Bernyanyi bergantian, sangat heboh ditambah lagi kehebohan Ayu yang menyanyi sambil berjoget ria.

Ketika sampai waktunya Solat Jum’at, kami sampai di rest area, kami solat sambil beristirahat dan makan siang, kami makan di restoran Padang “Simpang Raya”. Setelah selesai makan dan beristirahat sejenak, kami melanjutkan kembali perjalanan ke Bandung.

Sampai di Bandung Pukul 15.00, diputuskan akan ke Penutupan Porwanas Siwo dulu karena diakhiri oleh pertandingan sepak bola, dimana PWI Jaya mendapat perunggu. Tetapi dalam pertandingan bola ada  musibah bahwa dalam pertandingan bola antara PWI DKI Jaya dan PWI Jogja ada pemain yang patah kaki.

Pemain yang patah kaki dari grup sepak bola PWI Jogjakarta, untuk itu kami dari rombongan PWI Jaya akan menjenguk korban di RS. Setelah menengok korban,  rombongan dibagi dua, satu rombongan ke penutupan Porwanas di Gedung Sate dan rombonganlain makan malam bersama Ibu Amy Indar Atmanto di salah satu restoran

Kami bermalam di Vila Dago,  yang pemandangan kedepan sangat indah karena berada di atas bukit, dan terlihat pemandangan kota Bandung diwaktu malam. Pada pagi hari pemandangan sangat indah dikelilingi gunung.

Pagi hari nya setelah sarapan pagi, kami berangkat ke LP Sukamiskin dan sampai pukul 11.00 pagi menjelang siang.

Kami bersiap untuk masuk ke pintu LP, masing-masing merapihkan segala sesuatu yang dilarang untuk dibawa masuk ke LP. Bagi penjenguk perempuan boleh masuk satu per satu, bagi laki-laki harus ada ID Card dan tangannya harus di cap khusus seperti bila akan masuk ke Dufan ( Dunia Fantasi) Ancol.

Setelah itu, kami masuk ke ruangan khusus, semacam ruang untuk acara, berupa hall tapi tidak terlalu besar, dilengkapi dengan jejeran kursi dan layar infokus.

Kami pun dengan perasaan sukacita dan bersemangat bersalaman dengan Bapak Indar  (panggilan akrab) Indar Atmanto yang menghuni LP Sukamiskin sejak 5 Januari 2013.

Kemudia dimulai acara, acara dibuka oleh Sekretaris PWI Jaya, Sayid Iskandarsyah, kemudian Ketua DKP Kamsul Hasan memberikan kata sambutan yang sangat mengharukan, karena Bapak Indar sedang dalam cobaan. Kamsul mengatakan semoga keluarga Indar diberikan ketabahan menghadapi cobaan ini.

Setelah sambutan dari Ketua DKP, kemudian diminta dari wakil keluarga Indar Atmanto. Desainer ternama di tanah air,  Amy Ismanto, istri Indar, memberikan kata sambutan. Ia berterima kasih atas kunjungan rombongan PWI Jaya beserta jajarannya, karena sudah memberikan support dan semangat kepada Indar dan keluarga untuk tabah menghadapi cobaan ini.

Rombongan pwi jaya ke Sukamiskin. (esp)
Rombongan pwi jaya ke Sukamiskin. (esp)

Ibu Amy mengatakan, yang membuat mereka kuat dengan cobaan ini terutama karena anak-anak, yang selalu memberi semangat. Anak mereka yang besar sangat pandai dan mendapat prestasi baik dalam pendidikan di Singapura. Anak kedua juga di sekolahnya punya prestasi yang baik.

“Kami sangat bahagia dan itulah kekuatan yang tumbuh di antaranya kami, karena anak-anak tidak membuat susah orang tuanya. Mereka sangat mengerti dan juga berprestasi,” kata Amy.

Tongkat bermata

Setelah pembukaan dan sambutan-sambutan, Indar memberikan ilmu pengetahuan dengan menjelaskan tentang perbandingan pemakaian internet dan segala perangkatnya yang ada di Indonesia dengan beberapa negara lainnya, berjudul “DIGITAL INDONESIA POTRET 2016”.
Pak Indar walaupun berada di LP Sukamiskin tetapi pemikirannya selalu di manfaatkan misalnya membuat pelatihan atau diskusi didalam LP, maupun mengundang beberpa pihak seperti yang dilakukan kepada rombongan kami.

Keluarga Indar Atmanto juga membuat pengabdian dibidang tehnologi dengan meluncurkan sebuah program pelatihan internet bagi tunanetra di Rumah Internet Atmanto (RIAT) di Jalan Pengadegan Utara No. 14, Cikoko, Jakarta Selatan.

RIAT  di adalah gagasan awal dari pemikiran sang Ibu Amy  Atmanto, kemudian didukung oleh suami dan anak (Faiz Atmanto sebagai founder). Kedepannya, Indar Atmanto juga berencana akan membuat tongkat untuk penyandang disable.

Ujung tongkat itu nantinya dapat menggantikan mata, untuk dapat memberikan aba aba belok ke kiri dan kenan semacam WAZE.

Ini ciptaan manusia Indonesia pertama bahkan mungkin pertama di dunia, katanya dengan antusias.

(Laporan perjalanan ini ditulis Elly Sri Pujianti, salah seorang ofisial di sekretariat PWI Pusat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru