Tuesday, October 23, 2018
Home > Berita > Berpotensi Rugikan Negara Rp 26 Triliun, Kejagung Lidik Jual-beli Saham Repo antara PT M Tel dengan BUMN Tel

Berpotensi Rugikan Negara Rp 26 Triliun, Kejagung Lidik Jual-beli Saham Repo antara PT M Tel dengan BUMN Tel

Ilustrasi. (ist)

Mimbar-Rakyat (Jakarta) – Kejaksaan Agung tengah menyelidiki (Lidik) dugaan pembelian saham Repo antara PT M Tel dengam salah satiu BUMN dibidang Telekomunikasi (Tel).

Praktik pembelian saham Repo yang diduga melanggar ketentuan undang-undang, 2015 diduga berpotensi merugikan negara sekitar Rp 26 triliun.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Warih Sadono yang dikonfirmasi oleh wartawan menyatakan dirinya akan mengecek terlebih dahulu.

“Namun, sepengetahuan saya tidak ada perkara tersebut di Gedung Pidsus (Bundar),” kata Warih menjawab soal nasib penyelidikan perkara tersebu, Selasa (12/6).

Sebelemnya saat berbuka puasa dengan jajarannya, Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamontrl) Jan Maringka mengemukakan seingat dirinya penyelidikan kasus itu sudaj diserahkan ke Pidsus (Pidana Khusus).

“Saya lupa. Seingat saya kasus itu sudah diserahkan ke Pidsus. Coba cek kesana, ” sarannya.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatalam praktik jual-beli saham salah satu BUMN Telekomunikaso itu menyalahi ketentuan perundangan.

“Jadi, Kejaksaan Agung diminta atau tidak diminta harus selidiki kasus iti secara tuntas. Semua sama di depan hukum,” tegasnya.

Kasus berawal, pembelian saham salah satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara) di bidang Telekomunikasi seharga Rp4 ribu.

Tak lama kemudian, saham tersebit dibeli kembali oleh BUMN Telekomunikasi, tapi dengam harga Rp 9 ribu per saham. Akibatya, negara berpotensi mengalami kerugian sekitar Rp 26 triliun. (ahi/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru