Sunday, September 22, 2019
Home > Berita > Bekasi Dihina Pendatang di Medsos, Bupati Neneng Meradang

Bekasi Dihina Pendatang di Medsos, Bupati Neneng Meradang

Bupati Bekasi Neneng Hasanah. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Bekasi) – Hinaan terhadap Kabupaten Bekasi yang dilakukan Bams Ismoyo, sebagai warga pendatang, membuat Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin meradang alias marah besar.

“Tidak boleh terjadi lagi bahasa-bahasa yang menjelekkan nama Kabupaten Bekasi.Saya bersyukur dan mengapresiasi sekali kasus Bams Ismoyo sudah ditangani pihak kepolisian dan tersangkanya sudah ditahan,” ujar Neneng kepada wartawan, Sabtu (8/).

Kasus Bams ini tak boleh terulang di Kabupaten Bekasi. Karena itu, dia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga kondusifitas, bahkan telah meminta juga kepada warga bersabar dan berpikir positif.

“Tentunya ada masukan bagi pendatang dari luar Bekasi agar lebih menghargai warga Kabupaten Bekasi begitu juga dengan muatan budaya lokalnya. Jujur saja kalau dibilang marah soal Bams, saya jelas lebih marah dan terganggu,” tegasnya.

“Namun sebelum Jawara Bekasi maupun warga Bekasi yang marah dan langsung memukulinya, jika datang ke Bekasi lebih baik si Bamsnya langsung ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” sambungnya.

Menurut dia, adanya kasus Bams ini harus disikapi dengan bijak dan sabar dalam menerima kritikan dari warga pendatang luar Bekasi untuk memberikan semangat yang luar biasa lagi bagi warga Kabupaten Bekasi agar kehidupannya lebih baik ke depannya.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Asep Adisaputra mengatakan, agar berhati-hati dalam memposting di media sosial. Karena itu salah memposting ada orang tersinggung mengandung ujaran kebencian, itu bisa menjadi pidana bila ada yang dirugikan.

“Sebaiknya kita bijak menggunakan medsos. Jangan marah, mencaci-maki, menyudutkan orang, membuat ujaran kebencian di medsos. Karena bila ada yang tersinggung marah dia bisa melaporkan,” ujarnya.

Saat ini kasus Bams dalam penyelidikan, akunnya itu benar atau tidak. “Kan kita tidak serta-merta. Kan kalau ada memakai nama MICE kalau ngomong asal-asalan bisa dikejar orang. Saat ini Bams sudah ditahan seminggu lalu berarti sudah tersangka,” tutup Kapolres.

Nama Bams Ismoyo muncul pertama kali pada Jumat (23/6) pagi baik di Facebook maupun di grup WA. Skrinyut tentang komentarnya pada salah satu posting tersebar sedemikian cepat di medsos mengundang reaksi dari netizen Bekasi.

Di akunnya, Bams Ismoyo berkomentar: Org bekasi gk da org perantauan pling jga pda mampus .. Bnyak kontrakn kyak kuburan. Banyak warung nasi gk laku.. Emng bisa ap org bekasi sekolah sja gk pda tamat SMP.

Postingan ini dianggap netizen sebagai ujaran kebencian atau hinaan kepada warga Bekasi. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru