Wednesday, July 08, 2020
Home > Berita > Beginilah cara Beijing kirim pesan kepada yang menjengkelkannya   Oleh Nuim Khaiyath

Beginilah cara Beijing kirim pesan kepada yang menjengkelkannya   Oleh Nuim Khaiyath

Ilustrasi - Kepulauan China.

Setelah ditangkap dan ditahan sejak tahun 2013 karena dipergoki hendak menyelundupkan narkoba dari China ketika akan melakukan penerbanagan mancanegara, warganegara Australia Karm Gilespie akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Tiongkok.

Pemerintah Australia dalam tanggapan yang cepat dikeluarkan mengatakan putusan peradilan Tiongkok itu tidak harus berarti ada sangkutpautnya dengan ketegangan yang belakangan ini mewarnai hubungan antara kedua negara, antara lain akibat usul Australia agar masyarakat mancanegara menyelidiki asal usul berjangkitnya wabah Covid-19 di Tiongkok. Khusus sesudah sekitar seratus negara, termasuk Indonesia, mendukung usul Australia tersebut keberangan Beijing memang terkesan sangat sengit.

Setelah sebelumnya memutuskan untuk memasang tarip sampai 80% atas salah satu ekspor padi-padian Australia dan melarang ekspor daging sapi dari empat rumah pemotongan hewan Australia, Beijing kemudian mengirimkan aba-aba yang lebih menyeramkan lagi.

Bagaimana kalau sekiranya warga Tiongkok tidak lagi meminum anggur buatan Australia seperti selama ini? Bagaimana kalau sekiranya turis dari Tiongkok tidak lagi berkunjung ke Australia? Begitu kira-kira pertanyaan retorika yang bermunculan dari Beijing.

Dan tidak lama kemudian Beijing memperingatkan para siswa dan mahasiswanya serta warga lainnya bahwa telah banyak kasus insiden rasisme yang menimpa warga dan keturunan China di Australia. Video-video tentang penganiayaan seorang remaja perempuan asal Tiongkok di Australia memang sempat beredar dan viral.

Koran resmi bahasa Inggeris di Tiongkok, The Global Times, belakangan ini bertubi-tubi memuat komentar yang dimaksudkan untuk memojokkan dan menggentarkan  Australia, dan tentunya negara mana pun yang dianggap “nekad” untuk mengusik Tiongkok.

Tiongkok memang lihai dalam siasat mengirim pesan secara terselubung.

Misal saja tahun lalu. Pengadilan Tiongkok yang diyakini tidak mandiri, menjatuhkan hukuman mati atas diri dua orang warga Kanada juga karena kasus narkoba, menyusul ditangkapnya  oleh pihak berwenang Kanada di kota Vancouver, seorang eksekutip perusahaan raksasa Tiongkok, Huawei, bernama Meng Wanzhou.

Waktu itu, ada anggapan kedua warga Kanada tadi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati karena ada sangkutpautnya dengan penahanan atas diri Meng Wanzhou.

Lebih menarik lagi adalah kasus yang menimpa seorang warga Kanada lainnya, Robert Schellenberg, yang dijatuhi hukuman mati setelah secara mendadak dilangsungkan sidang ulangan di pengadilan Tiongkok, dalam mana  hakim menilai hukuman penjara 15 tahun yang dijatuhkan sebelumnya atas dirinya terlalu ringan.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Australia mengatakan sangat kecewa dengan putusan pengadilan di Tiongkok itu, dan bahwa pemerintah Australia, melalui perwakilan diplomatiknya di Tiongkok akan melakukan segala yang mungkin dan diperlukan, kalau bisa, untuk membantu terhukum Karm Gilespie, sebagaimana yang telah dan akan dilakukan Australia di mana pun di dunia ini, sebagai bentuk tentangannya terhadap hukuman mati.

Dikatakan, dalam keadaan yang bagaimana pun Australia tetap menentang hukuman mati untuk semua manusia. Australia mendukung penghapusan hukuman mati dan bertekad untuk meneruskan daya upaya melalui segala cara yang ada agar hukuman mati ditiadakan.

Pemerintah Austalia juga sekali lagi mengingatkan warganya bahwa undang-undang dan hukum yang berlaku di Australia tidak selamanya juga sama seperti undang-undang dan hukum yang berlaku di negara lain.

Menteri Perdagangan dan Pariwisata Australia Simon Birmingham, dalam wawancara dengan televisi setempat menolak penafsiran bahwa hukuman mati atas Cam Gillespie itu ada sangkutpautnya dengan ketegangan yang kini mewarnai hubungan antara Australia dan Tiongkok.

Beberapa hari sebelumnya Perdana Menteri Australia Scott Morrison menuding Partai Komunis Tiongkok melancarkan “tekanan perekonomian yang berat” setelah Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pendidikan Tiongkok mendesak para turis dan pelajar Tiongkok agar mempertimbangkan kembali niat atau rencana untuk ke Australia. (Nuim Khaiyath dari Melbourne/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru