Sunday, September 15, 2019
Home > Berita > Banjir Longsor di Jateng dan Sangihe Timbulkan Kerugian Rp 302,37 Miliar

Banjir Longsor di Jateng dan Sangihe Timbulkan Kerugian Rp 302,37 Miliar

Evakuasi korban longsor di Desa Ciok, Purworejo, Jateng. (Foto:Liputan6)

Evakuasi korban longsor di Desa Ciok, Purworejo, Jateng. (Foto:Liputan6)

MIMBAR-RAKYAT (Jakarta) – Banjir dan longsor yang melanda sejumlah kabupaten di Jawa Tengah dan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, telah menimbulkan kerugian dan kerusakan ekonomi Rp 302,37 miliar.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui siaran persnya, Kamis (30/6) menyebutkan, bencana selain telah menimbulkan korban jiwa, kehilangan harta benda, juga memiskinkan masyarakat, memundurkan kesejahteraan.

Banjir dan longsor di Jawa Tengah dan Kabupaten Kepulauan Sangihe telah menimbulkan banyak keerugian dan kesulitan. Bahkan banjir dan longsor di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah, 18 Juni 2016, dan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, 20-21 Juni 2016, hingga kini masih memerlukan penanganan darurat.

Kerugian dan kerusakan ekonomi akibat bencana banjir dan longsor di 8 kabupaten di Jawa Tengah–di Purworejo, Banjarnegara, Kebumen, Banyumas, Sukoharjo, Kendal, dan Pekalongan, mencapai Rp 61,24 miliar.

Sedangkan kerugian dan kerusakan akibat bencana di Kebupaten Kepulauan Sangihe sebesar Rp 214,13 miliar. Secara keseluruhan kerugian mencapai Rp 302,37 miliar.

Nilai kerugian dan kerusakan akibat bencana ini adalah perhitungan berdasarkan nilai ekonomi. Dampak korban jiwa dan psikososial belum dihitung.

Korban jiwa bencana banjir dan longsor di Jawa Tengah dan Kepulauan Sangihe 64 orang tewas, 3 orang hilang, 26 orang luka-luka dan 2.687 orang mengungsi hingga saat ini. Sebanyak 3.192 unit rumah rusak.(eank)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru