Friday, May 29, 2020
Home > Cerita > Azab atau Cobaan, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Azab atau Cobaan, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus

 

lockdown, kuncian di mana-mana

tidak diperbolehkan masuk

bahkan juga keluar kawasan

dilarang berkumpul karena  darurat

apakah ini azab atau cobaan?

 

peringatan dari Allah Maha Kuasa

telah berulangkali terjadi

ditenggelamannya penentang Nabi Nuh

yang tak bersedia menyembah Allah

namun bersikukuh menyembah berhala

serta dihujamnya umat kota Sodom

karena berzina sesama jenis

meski telah diingatkan Nabi Luth

 

azab pun pernah ditimpakan

pada penentang Nabi Syu’aib

penyembah berhala, berbuat curang

licik, tidak jujur, dan tidak adil

gemar mengurangi timbangan

curang melakukan praktek jual beli

 

ingatkah kisah Nabi Musa?

kekuatan raja yang melawannya

adalah Firaun yang melecehkan

yang mengaku tuhan

padahal sejatinya Musa utusan Allah

yang banyak membantu umat

berkat doanya dikabulkan Tuhan

namun pengikut Firaun selalu ingkar

meski azab dijatuhan berulang

Firaun dan kaki tangannya Haman

berhasil menghasut melawan Musa

meski dia adalah penguasa zalim

Firaun dan Qarun malah menuding Musa

seorang ahli sihir yang pendusta

 

sifat jahatnya memusnahkan mereka

di dunia maupun di akhirat

Firaun dan Haman ditelan laut Merah

dan Qarun tenggelam di perut bumi

koalisi kebatilan takkan langgeng

hancur di dunia lebih di akhirat

Al Quran dan Hadits telah menjelaskan

bahkan tubuh Firaun ditemukan

agar menjadi pelajaran bagi kita semua

 

Allah berulangkali timpakan azab

atau cobaan bagi yang beriman

bertubi-tubi bencana dan penyakit

dijatuhkan pada umat manusia

namun banyak manusia tak sadar

di negeri kita tak terhitung musibah

dari tsunami hingga longsor

rumah tiba-tiba ditelan bumi

banjir, gunung meletus, kebakaran hutan

 

namun zina, riba, tetap dilakukan

kemusyrikan terjadi di mana-mana

perbuatan riba masih merajalela

apakah tak berlajar pada pengalaman?

seperti umat yang kerap minta bantuan

kepada Nabi Musa ‘alaihis salam

namun setelah itu kembali ingkar janji

 

kini siksaan kembali datang

mungkinkah  azab atau cobaan?

virus corona yang datang dari China

menyebar ke penjuru dunia

juga sampai ke negeri kita

masihkah kita tetap berkata

semua itu adalah fenomena alam

meski semua bukan yang pertama

 

saatnya menata diri

membersihkan hati dan pikiran

terbebas dari perbuatan maksiat

hanya berjalan di jalan Allah

juga dalam membina keluarga

jangan biarkan anak-anak tak terjaga

 

cobalah sejenak peduli, melirik

ke lapangan bermain seputar anda

bahkan lapangan dekat masjid

atau ke tempat anak-anak berkumpul

bermain layang-layang

ke tempat nongkrong para remaja

kita kerap mendengar ucapan kasar

mudahnya menyebut temannya bodoh

mengumbar isi kebun binatang

saat memanggil nama teman

bahka ucapan porno hal biasa

meski di dekatnya orang lalulalang

 

ketidaksungkanan hal biasa

remaja, bahkan dewasa suka-suka

berkata tak pantas jauh dari santun

tak lagi menghargai orang lain

mengirim hal tak pantas di media sosial

apakah mereka tidak berpendidikan?

padahal mengaku makan sekolahan

anak dan remaja berseragam sekolah

pantaskah Allah menjatuhkn azab?

 

belajarlah kepada sejarah

apakah itu cobaan atau azab

terserah anda memandangnya

jangan ikut langkah rakyat Firaun

juga penentang Nabi Luth

atau kepada begundal-begundal

sadarlah, taubat, kembali

kembali pada jalan Allah

kepada jalan kebenaran

 

***09042020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru