Tuesday, November 12, 2019
Home > Berita > Astra Serahkan Dua Mikroskop Bedah Portabel untuk Papua

Astra Serahkan Dua Mikroskop Bedah Portabel untuk Papua

Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security Astra Pongki Pamungkas menyerahkan secara simbolis bantuan berupa dua mikroskop bedah portabel untuk Papua kepada Ketua II Perdami Johan Hutauruk disaksikan Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perdami. (29/6).

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Sebagai bagian dari kontribusi sosial Astra Untuk Indonesia Sehat, PT Astra International Tbk pada menyerahkan bantuan berupa dua unit portable ophthalmic microscope (mikroskop bedah portabel untuk operasi mata) kepada rumah sakit di Merauke, Papua, dan sekitarnya melalui Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).

Bantuan dua unit mikroskop bedah portabel tersebut diserahkan oleh Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security Astra Pongki Pamungkas kepada Ketua II Perdami Johan Hutauruk, disaksikan Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perdami, Rabu.

“Terima kasih atas bantuan ini. Mikroskop tersebut akan sangat berguna bagi masyarakat Papua karena alat ini portabel dan mudah dibawa kemana-mana. Ini salah satu solusi mengatasi tingkat kebutaan yang masih cukup tinggi,” ujar Menteri Nila F. Moeloek.

Di Indonesia, setiap tahun ada 200.000 – 250.000 penderita katarak baru, padahal kemampuan operasi katarak hanya 800 – 1.000 operasi per satu juta penduduk per tahun. Rendahnya tingkat operasi ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya peralatan operasi yang cukup mahal.

Dengan bantuan mikroskop ophthalmic portabel ini, dokter mata atau rumah sakit di Merauke dapat dengan mudah melakukan operasi katarak. Harapannya, bantuan peralatan seharga Rp 290 juta ini dapat memudahkan para dokter untuk melakukan operasi, terutama di lokasi terpencil di Papua.

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, ada tiga alasan utama mengapa penderita katarak di Indonesia belum menjalani operasi katarak. Tiga alasan itu adalah tidak mengetahui jika menderita katarak, tidak mampu membiayai operasi dan takut operasi. Di Papua, alasan utama penderita katarak belum melakukan operasi adalah karena penderita tidak mengetahui jika menderita katarak dan alasan ini merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Kesehatan merupakan satu dari empat pilar kontribusi sosial Astra yakni Pendidikan, Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, demikian siaran pers dari Kepala Humas PT Astra International Tbk Yulian Warman.

9.048 Kacamata
Di bidang kesehatan lainnya, Astra pada tahun 2014 menginisiasi gerakan sosial untuk mengajak masyarakat menggungah komitmen hidup sehat dengan tagar #generAKSISEHATIndonesia. Dari gerakan ini terkumpul 4.005 komitmen dari masyarakat dan komitmen ini telah dikonversikan menjadi 4.005 kacamata.

Astra telah membagikan kacamata tersebut untuk anak-anak yang membutuhkan di wilayah Jakarta Utara, Atambua (Nusa Tenggara Timur), dan Nunukan (Kalimantan Utara) di mana Menteri Nila F. Moeloek pada saat itu juga turut hadir dan mendukung kegiatan tersebut.

Setahun kemudian, kampanye ini kembali lagi berhasil mengumpulkan 5.043 tagar beserta foto aksi makan sehat di media sosial yang berarti Astra menyumbangkan 5.043 kacamata untuk anak-anak sekolah di wilayah di Indonesia.

Di Indonesia, dari 66 juta anak usia sekolah (5-19 tahun), 10% mengalami gangguan akibat kelainan refraksi. Angka pemakaian kacamata koreksi pun masih rendah, yaitu 12,5%. Dengan pertimbangan ini, Astra memilih lokasi-lokasi prasejahtera yang terluar atau dekat perbatasan dengan negara lain, sejalan dengan program pemerintah saat ini.

Secara keseluruhan, Astra telah berkontribusi di bidang kesehatan dengan menyediakan pengobatan gratis melalui Mobil Kesehatan Astra (Mokesa) bagi 116.093 pasien, membina 1.547 posyandu dan menyumbang 174.489 kantong darah.

Segala kegiatan konstribusi sosial di bidang kesehatan ini sejalan dengan butir pertama Catur Dharma yaitu Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara. Astra, sepanjang perjalanannya sejak tahun 1957 senantiasa mendedikasikan karyanya untuk kemajuan bangsa Indonesia.  (SP/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru