Tuesday, December 10, 2019
Home > Gaya Hidup & Kesehatan > Astaghfirullah…Robot Seks Jadi Trend 2016?

Astaghfirullah…Robot Seks Jadi Trend 2016?

Robot wanita menjadi trend 2016. (mirror.co.uk)

MIMBAR-RAKYAT.com (London) – Robot seks diperhitungkan akan menjadi trend terbesar pada 2016 dan semakin banyak orang kesepian mendambakan berteman dengan mesin.

Ini realita yang sudah mulai terjadi, berteman dengan robot mesin wanita – hal yang tidak masuk akal – tapi kita akan menemukan robot itu di rumah-rumah dan di kamar tidur – pada tahun ini.

Ini terdengar seperti cerita dalam film ilmu pengetahuan pada tahun 1980-an – tapi seperti kisah fiksi lainnya, hal ini diperhitungkan menjadi trend bagi banyak orang pada 2016.

Popularitas mesin manusia itu tumbuh sedemikian rupa, dengan bentuk tubuh dan wajah persis seperti manusia.

Dan manusia pun tidak hanya melakukan hubungan intim dengan boneka-boneka buatan manusia itu – bahkan manusia pun akan jatuh cinta terhadap mereka.

Dr Helen Driscoll, ahli psikologi seks dan hubungan antarmanusia – seperti dilaporkan dalam mirror.co.uk – mengatakan bahwa “teknologi seks” semakin berkembang maju dewasa ini.

Dr Driscoll, dari Universitas Sunderland, mengatakan, teknologi robotik yang interaktif dan bergerak seperti berjiwa, kelihatannya akan menjadi pusat industri besar dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita harus memikirkan hal ini, karena robot seks pada norma kehidupan sekarang ini sudah menjadi realitas yang tidak dipungkiri.

“Tapi bila kita berpikir ke belakang, norma sosial tentang seks yang tumbuh sekitar 100 tahun lalu, mengalami perubahan dengan cepat dan secara radikal,” ungkapnya.

Kehidupan robot termasuk robot seks, bisa saja dianggap seperti “alien” (manusia ruang angkasa) saat ini, kata Dokter itu, tapi sikap ini akan menjadi normal dalam waktu dekat seperti berubahnya pandangan orang terhadap kemajuan teknologi.

“Sebagai boneka yang seperti manusia sebenarnya – dengan mimik menarik dan dapat melakukan pengalalaman seks dengan teman pasangannya, maka bukan tidak mungkin orang akan lebih memilih robot ini untuk melampiaskan nafsunya ketimbang dengan manusia nyata,” katanya.

Dr Driscoll menambahkan, “Manusia juga mulai jatuh cinta dengan pasangan hidupnya yang tidak nyata itu.”

Ini sebenarnya bukan merupakan prediksi baru, tetapi teknologi berjalan dengan kencang dan lebih cepat dari yang diperhitungkan semula.

Pada 2007,  seorang ahli intelegensia dan kejiwaan artifisial, David Levy dari Universitas Maastricht, mengatakan dalam “LiveScience” bahwa orang suatu saat akan kawin dengan robot – dan ia meramalkan hal itu akan terjadi sekitar 2050.

Kendati hal itu terdengar tidak wajar, katanya, “tapi sekali seseorang mengatakan ia suka bercinta dengan robot, maka itu merupakan hal yang luar biasa! Akan banyak orang melanggar batas kesusilaan ini.

Dalam tesis PhD-nya, berjudul “Intimate Relationships with Artificial Partners”, Levy menyatakan, semakin banyak robot menyerupai manusia – penampilan, fungsi dan romantisnya – maka akan semakin banyak manusia asli yang menyukai mereka.

“Terdengar amat aneh, tapi inilah yang akan terjadi,” katanya.

Dr Ian Pearson bahkan pernah menulis laporan untuk toko seks Bondara: “Rumah bordil dan tari telanjang tidak lama lagi akan berisi robot dan mereka dianggap sebagai ajimat khusus bagi sebagian kalangan. Robot juga lebih mudah dan murah untuk dijadikan sebagai interaksi dalam kehidupan nyata.”

Dr. Pearson  memperhitungkan, kemajuan dalam teknologi seks akan membuka peluang lebih besar bagi kalangan orang banyak untuk mendapatkannya.

Dalam laporannya, ia menyatakan pada 2050 merupakan tahun bangkitnya hubungan antara manusia – robot, menggantikan hubungan antara manusia – manusia.

Teknologi itu sudah mulai bergulir dengan cepat pada tahun ini.

Pernahkan Anda mendengar kata-kata di bawah ini?

Temui Gabrielle,  boneka laki-laki yang menarik.

Matt McMullen, CEO  pabrik “love doll” RealDoll, yang lagi sibuk membuat boneka baru (ada yang disebut Harmony) yang matanya dapat berkedip, membuka mulutnya bahkan berbicara dengan pasangannya.

Tujuan utama pembuatanya, membuat bagaimana boneka itu seolah menikmati bermain seks dengan pasangannya.

Tapi seorang ahli robot melakukan kampanye agar dikeluarkan larangan untuk mengembangkan robot seks di Inggris Raya.

Dr. Kathleen Richardson, peneliti senior di Universitas De Montfort di Leicester, menyebut pengembangan robot seks itu “mengganggu” sehingga harus dihentikan.

“Robot seks kelihatannya akan menjadi fokus dan berkembang dalam dunia industri robotik – bagaimana cara robot itu melirik, apa yang mereka lakukan dan sebagainya – amat “mengganggu”,” kata wanita peneliti itu.

“Saya kita kreasi menciptakan robot seperti itu bisa menyebabkan retaknya hubungan antara pria dan wanita, orang dewasa dan anak-anak, pria dengan pria dan wanita dengan wanita,” katanya. (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru