Monday, November 12, 2018
Home > Berita > Asian Para Games 2018 Ditutup, Saatnya Indonesia Bidik Tuan Rumah Paralimpik dan Olimpiade

Asian Para Games 2018 Ditutup, Saatnya Indonesia Bidik Tuan Rumah Paralimpik dan Olimpiade

Ketua Inapgo, Raja Sapta Oktohari dan Ketua Komite Paralimpik Asia (APC) Majid Rasheed dalam upacara penutupan asian Para Games 2018 di Stadion Madya Senayan, Jakarta. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Pagelaran Asian Para Games 2018 ditutup dan diharapkan menjadi momentum untuk menjaga kepercayaan dunia terhadap kemampuan Indonesia sebagai tuan rumah.

Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc), Raja Sapta Oktohari mengatakan itu, seusai upacara penutupan ajang multievent terbesar se-Asia bagi para penyandang disabilitas tersebut, Sabtu (13/10).

Okto, sapaan Raja Sapta Oktohari bahkan yakin, Indonesia bisa menjadi tuan rumah Paralimpik (tingkat dunia) dan Olimpiade.

“Ini semua pekerjaan yang sangat luar biasa. Kurang dari 15 bulan kita mempersiapkan Asian Para Games ini. Jadi jangan ini, Olimpiade dan Paralimpik pun kita mampu. Asian Para Games itu kan hanya sebentar yang tidak ada artinya dibandingkan kehidupan sehari-hari. Tapi hasil dari Asian Games dan Asian Para Games akan kita rekomendasikan kepada pemerintah,” kata Okto.

Pernyataan Okto itu sekaligus menanggapi komentar Ketua Komite Paralimpik Asia (APC), Majid Rasheed, tentang perlunya Indonesia membangun fasilitas publik yang ramah disabilitas.

Raja Sapta mengatakan bahwa Asian Para Games akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk melakukan pembangunan tersebut. Selain itu, Okto juga menganggap warisan terbesar event untuk atlet disabilitas se-Asia tahun ini adalah meningkatnya kesadaran terhadap masyarakat disabel.

“Warisan terbesarnya adalah awareness (kesadaran). Di mana sebelumnya Para Games belum banyak dikenal, sekarang banyak masyarakat yang jadi mau tahu. Meski demikian, saya juga melihat masih ada sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan Asian Para Games ketiga ini. Terutama sejumlah keluhan dari atlet pada hari-hari pertama pelaksanaan Asian Para Games. Mereka complain soal transportasi dan makanan. Hari kedua soalcatering, dan hari ketiga sudah tidak ada lagi (keluhan),” ungkapnya.

Di sisi lain, Okto juga meyakini bahwa atlet asing yang bertanding di Asian Para Games akan memiliki kenangan tentang Indonesia. Terutama karena makanan dan hiburan yang disediakan di Kampung Atlet Kemayoran. “Makanan dan hiburan, itu yang akan sangat mereka (atlet) rindukan. Terutama karena hal itu baru (dalam penyelenggaran Asian Para Games),” tuntasnya.

Okto juga menginformasikan bahwa mulai Minggu (14/10), sekitar 1.600, para atlet asing akan berangkat meninggalkan Jakarta untuk kembali ke negara mereka masing-masing. Total ada 2.831 atlet yang terlibat di Asian Para Games 2018. Sebelumnya, meski digelar di Stadion Madya Senayan, upacara penutupan Asian Para Games 2018, berlangsung meriah. Majid Rasheed, selaku APC resmi menutup Asian Para Games 2018.

“Ini Asian Para Games terbaik sepanjang sejarah sejak pertama kali digelar di Guangzhou, Tiongkok 2010 lalu. Tiba waktunya bagi saya untuk untuk mendeklarasikan bahwa Asian Para Games Jakarta 2018 yang luar biasa ini ditutup. Dukungan Anda membuat atlet merasa sebagai pahlawan,” kata Rasheed yang sempat menyanyikan beberapa bait lagu Indonesia Raya dalam pidatonya. (p/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru