Tuesday, June 02, 2020
Home > Berita > Arcandra Tahar Buka Astra Green Energy Summit

Arcandra Tahar Buka Astra Green Energy Summit

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Arcandra Tahar (kedua kanan) didampingi Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kiri), Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security Astra Pongki Pamungkas (kanan) menyimak penjelasan dari Head of Casting Plant Karawang Division PT Astra Daihatsu Motor Novi Lekwandi mengenai penggunaan mesin cetak blok mesin yang secara total berhasil menghemat biaya produksi sebesar Rp 450 juta per tahun (3/11). (ist)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarata) – PT Astra International Tbk meluncurkan Astra Green Energy Summit untuk pertama kalinya sebagai wujud nyata dalam melaksanakan konservasi energi di lingkungan perusahaan Grup Astra guna mendukung komitmen Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim Paris (Conference of the Parties/COP21) 2015.

Acara ini dibuka Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, Direktur Bioenergi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Sudjoko Harsono, Direktur Jenderal Industri, Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan dan Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto.

Dalam acara tersebut, Astra juga memberikan Astra Green Energy Awards kepada perusahaan-perusahaan Grup Astra sebagai bentuk apresiasi dalam melaksanakan konservasi energi dan upaya efisiensi terbaik di lingkungannya. Dari kegiatan konservasi energi ini, sebanyak 33 perusahaan Grup Astra melalui 46 program berhasil menghemat setara Rp 231 miliar pada periode 2015 hingga 2016.

Astra Green Energy Summit merupakan rangkaian HUT ke-60 Astra yang bertema “Inspirasi 60 Tahun Astra” pada Februari 2017.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra mengingatkan saat ini energi terbarukan merupakan sebuah keharusan dan bukan lagi menjadi pilihan. “Kita tidak punya waktu lagi untuk memilih, sampai berapa lama lagi minyak kita habis? Dengan energi terbarukan, kita dapat menuju ketahanan dan kemandirian energi.”

Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto menambahkan pada acara akhir minggu itu, program Astra Green Energy Summit diharapkan dapat menginspirasi kepada semua pihak untuk melakukan konservasi energi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan pihak lain yang telah memberikan dukungan dan pendampingan. Program ini sangat penting bagi Astra dan Indonesia. Melalui penghematan energi, kita akan mewariskan bumi yang lebih baik bagi generasi masa depan,” tuturnya.

Selain perusahaan Grup Astra, Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) turut berpartisipasi dalam Astra Green Energy Summit untuk memaparkan perspektif akademis dalam rangka usaha pencapaian konservasi energi melalui solusi teknologi.

Sebagai institusi pendidikan vokasi, Polman Astra mengembangkan prototipe produk efisiensi energi dan energi terbarukan. “Hingga saat ini ada 4 prototipe yang tengah dikembangkan Polman Astra, salah satunya adalah Machine Learning Based Smart Energy Monitoring System.”  (SP/KB)

Melalui rangkaian acara ini, Astra menekankan pentingnya konservasi energi bagi industri. Komitmen ini tidak lepas dari semakin strategisnya aspek efisiensi energi, khususnya untuk membangun keberlanjutan, ketahanan energi dan daya saing.

Konservasi energi ini merupakan tindakan nyata dari kesepakatan Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim Paris yang diadakan pada akhir 2015. Konferensi itu menghasilkan kesepakatan antarkepala negara di dunia untuk bersama-sama menghentikan pemanasan suhu bumi agar tidak melebihi 2° Celsius. Untuk mencegah kenaikan suhu bumi, setiap negara di dunia sepakat menekan dampak dari konsumsi energi fosil berupa emisi gas rumah kaca.

Pemerintah Indonesia sepakat mengurangi emisi karbon 29% demi mencapai kesepakatan bersama pada tahun 2030. Komitmen pemerintah dalam kesepakatan COP21 ini harus didukung oleh semua pihak, termasuk dunia usaha.

Dukungan perusahaan Grup Astra telah berhasil mengurangi emisi sebesar 73.000 ton setara CO2 dari penghematan energi sebesar 807 terajoule pada periode 2015-2016. Upaya ini merupakan wujud nyata Grup Astra dalam menjalankan bisnis yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui konservasi energi, sekaligus sebagai kontribusi tanggung jawab sosial, yakni Astra untuk Indonesia Hijau.

Pada kesempatan ini, Grup Astra juga menampilkan berbagai teknologi terkini dan best practices terkait hemat energi melalui Astra Green Energy Expo. Selain itu para peserta mendapatkan pengetahuan dari para ahli konservasi energi dalam berbagai sesi sharing Astra Green Energy Summit bertema “Fostering Green Energy and Clean Technology for Sustainable Company”.

Astra pada tahun 2014 dan 2015 menanam 43.925 pohon di Hutan Haroto Pusako seluas 200 hektare di Desa Babakan Madang, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Secara total, hingga 2015, Grup Astra telah menanam 3.567.237 pohon, termasuk 55.000 pohon di Gunung Halimun, 55.000 pohon jati di hutan Wanagama, Yogyakarta, 5.000 pohon di antaranya merupakan hasil kerjasama dengan Green Radio dalam program adopsi pohon di Kampung Sarongge, Jawa Barat, dan 14.700 pohon dari kegiatan Astra Green Lifestyle 2015.

Konservasi energi di lingkungan Grup Astra dan kegiatan ramah lingkungan tersebut sejalan dengan prinsip yang selama ini diterapkan oleh Astra, yakni di mana pun Astra berada harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama filosofi Catur Dharma, yaitu Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.  (SP/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru