Saturday, August 19, 2017
Home > Berita > Apa sebenarnya penyebab air Sungai Bah Bolon jadi merah? (video)

Apa sebenarnya penyebab air Sungai Bah Bolon jadi merah? (video)

Warga sekitar tepi sungan Bah Bolon Pematang Siantar heboh karena air sungai berubah menjadi merah. (sindo)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Air Sungai Bah Bolon itu biasanya normal seperti air sungai pada umumnya, namun tiba-tiba berubah menjadi merah sehingga warga heboh dan berbondong-bondong menyaksikan di sepanjang tepi sungai.

Ratusan warga di Jalan DI Panjaitan, Pematangsiantar,  Sumatera Utara, Senin kaget melihat warna air di sepanjang aliran sungai berubah warna, tidak lagi seperti biasanya jernih dan bersih, sebagian kecoklatan.

Warga spontan mengerubungi kawasan sekitar sungai, termasuk pula saluran pembuangan irigasi yang melintas di Jalan DI Panjaitan, ada yang menduga warna merah itu dari campuran darah hewan yang dipotong. Tapi, berapa ratus atau ribu hewan yang dipotong untuk memerahkan sungai yang cukup panjang itu dan dimana tempat pemotonganya?

“Kami kira warna merah itu adalah pembuangan darah hewan potong,” ungkap seorang warga yang tinggal di sekitar saluran pembuangan, “Tapi dimana sumbernya?”

Menurut warga sekitar, perubahan warna air itu tiba-tiba sehingga membuat mereka bertanya-tanya apa yang terjadi.

Hal itu juga membuat pelintas jalan di DI Panjaitan arah ke Parapat berhenti untuk melihat air sungai yang berwarna merah sehingga membuat lalu lintas macet.

Lurah Tong Marimbun, Herwan Saragih, mengatakan, berubahnya warna air ini diduga berasal dari tumpahan zat pewarna tenun ulos yang tak sengaja dibuang seseorang di tempat pembuangan sampah (TPS) di sekitar Jalan DI Panjaitan.

TPS berada dekat saluran irigasi. Ada sisa zat pewarna bekas yang dibungkus dengan plastik itu jatuh ke saluran irigasi.

“Itu ulah seseorang yang tak jelas orangnya dari mana. Sebab di sekitar ini tidak ada pabrik zat pewarna,” katanya serpti dilansir kompas.com.

Air yang menjadi merah juga terjadi di saluran air yang melintas di Jalan SKI. Dari saluran ini air menuju Sungai Bah Bolon. Oleh karena itu, lanjut Herwan, air di Sungai Bah Bolon ikut memerah.

“Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya,” kata seorang warga di pinggir sungai.

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Siantar mencoba membawa sampel pewarna yang ditemukan di sekitar TPS pembuat Sungai Bah Bolon warna merah untuk diperiksa di laboratorium.

Menurut Kepala BLH Jekson Gultom, zat pewarna yang ditemukan di sekitar drainase dari Jalan DI Panjaitan berbahaya untuk kehidupan makhluk sungai. Zat pewarna yang ditemukan biasa dipakai untuk pewarna kain atau bahan pewarna pembuatan batu paving block.

“Itulah dugaan sementara. Soal dampaknya masih diperiksa dulu,” terangnya.

Jekson juga menyayangkan oknum yang membuang zat pewarna ke drainase. Apalagi warna merah, tentu menimbulkan prasangka masyarakat telah terjadi sesuatu. Bahkan zat ini juga sudah mencemari lingkungan.

“Inilah masyarakat yang tidak paham dampak dari tindakannya. Secara undang- undang orang yang sengaja dan tidak sengaja mencemari lingkungan bisa dipidana,” katanya.

Nah, kalau memang zat pewarna yang mencemari sungai itu, seberapa ratus ton yang tumpah sehingga alur sungai yang sangat panjang seluruhnya merah? Asal dan dampak sungai merah itu memang harus diteliti, tidak hanya menduga-duga.  (An/Kb)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru