Saturday, July 20, 2019
Home > Berita > Anies Sebut Banjir Era Ahok Lebih Parah dan Sulit Ditangani

Anies Sebut Banjir Era Ahok Lebih Parah dan Sulit Ditangani

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membandingkan jumlah pengungsi banjir pada era mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan jumlah pengungsi di zamannya.

Hal ini diungkapkan Anies setelah Ahok memberikan komentar terkair banjit Ibu Kota yang harusnya didahului dengan pencegahan.

“Hanya 1.600 orang yang mengungsi. Pada waktu beliau yang bertugas sampai 200 ribu lebih orang yang harus mengungsi,” kata Anies di Jakarta, Kamis (2/5).

Anies juga menyatakan banjir yang dihadapi Ahok lebih besar ketimbang banjir yang dihadapinya kemarin. Menurutnya, situasi zaman Ahok lebih sulit ketimbang dirinya.

“Apalagi Pak Basuki, karena banjir yang kemarin itu bukan apa-apanya dibanding banjir yang pernah dialami pak Basuki,” terang Anies.

“Jadi beliau memang pernah mengalami situasi yang sangat sulit dibandingkan dengan apa yang saya alami kemarin,” lanjut dia.

Masih ditegaskan Anies, bahwa banjir yang dialami Jakarta beberapa waktu lalu karena meluapnya aliran sungai di pinggir kota Jakarta. Air yang meluap itu tumpah sampai ke Ibu Kota.

Ditambah lagi, Anies mengakui jumlah pompa di daerah Timur dan Selatan jauh lebih sedikit ketimbang di daerah Utara dan Pusat. Karena itu, daerah yang banjir pada pekan lalu kebanyakan berlokasi di Timur dan Selatan.

“Yang minggu lalu itu terjadi Anda lihat, Jatinegara, sekitar Kampung Pulo, sekitar Klender. Itu semua masih di wilayah-wilayah Selatan dan Timur. Banyakan di Utara karena permukaan kanal-kanal seperti Gunung Sahari air sungainya lebih tinggi daripada ke daratannya,” tegas dia.

Ahok sebelumnya mengomentari banjir Ibu Kota yang terjadi beberapa hari lalu dengan mengatakan pada zamannya, banjir selalu dicegah dengan mengoptimalkan pompa air.

Selain itu, Ahok menyatakan di zamannya harus ada penyediaan alat berat untuk melakukan pengerukan.

Kita dulu selalu taruh alat berat. Kalau saringan ketutup, volume air kan enggak bisa turun cepat. Tentu pasukan orange mesti keliling, pasukan biru mesti keliling,” kata Ahok di Jakarta, Selasa (30/4).

“Sama pompa mesti diperhatikan. Jangan hidupin pompanya telat, kalau kamu telat, enggak keburu (banjir),” lanjutnya. (C/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru