Monday, October 21, 2019
Home > Berita > AMPG Gelar Aksi Susulan di DPRD Garut

AMPG Gelar Aksi Susulan di DPRD Garut

Massa yang tergabung dalam AMPG melempari baliho berfotokan Bupati Garut Rudy Gunawan di depan Kantor Setda Kabupaten Garut, Kamis, 21 Juli 2016.* (pikiranrakyat.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Garut) – Buntut penolakan kerjasama antara ketua DPRD Kabupaten Garut dengan koordinator AMPG pada 1 Agustus 2016, menyebabkan terjadi aksi susulan pada Selasa.

Hal ini juga didasari atas surat dari ketua serta wakil wakil ketua DPRD Kabupaten Garut dengan nomor 171.2/722.pim-DPRD 3 Agustus 2016 perihal tindal lanjut penerimasn audensi dengan AMPG.

“AMPG memandang perlu untuk menyatakan sikapnya, untuk itu AMPG melancarkan protes keras kepada para pimpinan dewan dan fraksi di Kabupaten Garut,” kata Koordinator aksi AMPG Iwan Katox.

Iwan mengatakan, pihak DPRD Garut telah melakukan “penghianatan” besar terhadap berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pembaharuan Garut (AMPG).

Ia menyebutkan dewan sengaja telah melakukan tipu muslihat, padahal dalam UU no 1 th 2014 tentang tata tertib DPRD Kab. Garut, dinyatakan secara jelas tata cara hak pelaksanaan interpelasi.

Dengan demikian, tegas Iwan, AMPG selaku penyampai aspirasi akan melihat dari perspektif obyek imterpelssi.

“AMPG tetap akan komitmen dengan perjuanganya untuk menurunkan Ruddy Gunawan dari jabatanya sebagai bupati Garut,” kata Iwan.

Pada 21 Juli 2016,  sudah terjadi unjuk rasa di Kabupaten Garut. Salah satu penyebabnya, akibat terjadi insiden korban pencari kayu bekas di Pasar Wanaraja yang tewas tertimpa puing bangunan kios yang sedang direvitalisasi.

Beberapa waktu lalu dua orang wanita paruh baya, tertimpa puing bangunan Pasar Wanaraja. Hingga menyebabkan seorang di antaranya meninggal dunia.

Dua perempuan yang kesulitan mendapatkan gas LPG saat itu, terpaksa mencari kayu bekas di Pasar Wanaraja. Namun sayang mereka tetimpa runtuhan bangunan. Satu meninggal dunia dan satu lagi luka parah di bagian kepala.

Setelah berita itu muncul dibeberapa media, Bupati Ruddy Gunawan membantah. Itu berita bohong, tidak ada korban di Pasar Wanaraja.

Ketua AMPG, Rahmat dan Korlap Aksi, Iwan Katox sangat menyesalkan sikap seorang bupati yang seperti itu. “Pembohong dan pendusta. Seharusnya Ruddy Gunawan bersikap arif.  Paling tidak ikut bela sungkawa atau datang dan menyantuninya. Kok ini malah membantah, tidak ada apa-apa,” ungkap keduanya seperti diberitakan wartaperiangan, Kamis 21/7/16.

Iwan Katox juga  menilai, selama ini Bupati Ruddy Gunawan banyak melakukan kebohongan publik. Janji mau memberi honor guru ngaji tidak terealisasi, begitu juga janji-janji lainya nol besar.

Ketua Forum Masyarakat Garut (Formag) Rudi Wijaya mengatakan, kebohongan publik bupati yang masih hangat adalah pelantikam dr. Zen menjadi seksi di RSU Dr. Slamet. Padahal Rudi pernah mengatakan akan membatalkan pra jabatan dr. Zen saat dia berhadapan dengan hukum.

Namun lucunya, jelas Rudi Wijaya, baru delapan bulan pra jabatan jadi PNS sudah dilantik jadi seksi di RSUD mengalahkan para dokter lain yang sudah belasan tahun masa kerjanya.

Dengan sikap bupati seperti itu, maka AMPG terus akan melakukan aksi menurunkan bupati. Dan target mereka hanya satu “Bupati Ruddy Gunawa turun! Itu target kami,” tegas Iwan Katox, yang akhirnya beradu argumen dengan pihak DPRD Kab Garut pada aksi kedua mereka itu.  (Yat R/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru