Saturday, December 14, 2019
Home > Berita > Aljazeera Akan Tayangkan 7884 Iklan Pariwisata Indonesia

Aljazeera Akan Tayangkan 7884 Iklan Pariwisata Indonesia

Aljazeera. (arusberita.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Doha) – Kementerian Pariwisata Indonesia menandatangani kontrak dengan Media Representative Al Jazeera senilai US$ 1,2 juta untuk 7884 slot iklan pariwisata pada TV Aljazeera yang akan ditayangkan 20 Mei 2016 hingga akhir Desember 2016.

Kerja sama selain pemasangan iklan pariwisata Indonesia, juga mencakup pelatihan dan “capacity building” strategi promosi melalui media elektronik.

Hal ini terungkap ketika Duta Besar RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi, melakukan pertemuan dengan Kepala Bidang Media Elektronik Asdep Pengembangan Iklan Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, Agustini Rahayu setelah bertemu dengan Ads Sales Director, TV Aljazeera Media Network, Moussa Nuseibeh yang didampingi Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Doha, Anwar Lukman Hakim pada 12 Mei 2016.

Kerjasama dengan TV Aljazera merupakan tindak lanjut dari pertemuan Dubes Sidehabi dengan Menteri Pariwisata  Arief Yahya pada awal Mei 2016 guna mempromosikan pariwisata di Qatar termasuk kerjasama Kemenpar dengan TV Aljazeera dan Qatar Airways (QA) serta promosi kuliner Nusantara dengan memperbanyak restoran dan toko Indonesia di Qatar.

Dipilihnya Aljazeera, karena memiliki pangsa penonton terbesar di Timur Tengah. TV yang berdiri tahun 1996 dianggap fenomenal di Timur Tengah, dan negara-negara lain, termasuk Indonesia. Al Jazeera menyajikan alternatif informasi yang diminati di Timur Tengah dibanding dari media utama dunia seperti CNN, Fox, NBC khususnya jika meliput berita di Timur Tengah.

Menurut Nuseibeh pemirsa Aljazeera diperkirakan sekitar 50 juta di Timur Tengah dan sekitar 100 juta di seluruh dunia.

Berdasar penelitian, 80% warga Timur Tengah menyukai Al Jazeera dibanding TV pemerintahnya (20%).

Sejak Maret 2006 Aljazeera Network menjelma menjadi media dunia yang meliputi berbagai saluran berbahasa Arab, Inggeris, dokumenter, olah raga, dan Al Jazeera Mobile.

Disampaikan pula, bahwa Aljazeera English memiliki agenda yang menjembatani keragaman antarbudaya yang disiarkan dari Doha, Kuala Lumpur, London, dan Washington DC. Al Jazeera melebarkan sayap ke Bosnia, Pakistan, Turki, India, China, dan Rusia.

Menurut Sidehabi, kerjasama tersebut merupakan bagian dari promosi pariwisata di  Qatar dan Timur Tengah serta dalam rangka perayaan peringatan ke-40 hubungan diplomatik RI-Qatar.

Kerjasama juga merupakan tindak lanjut dari Kunjungan Presiden RI, Joko Widodo ke Qatar pada pertengahan September 2015.

Mantan Irjen TNI tersebut berupaya memanfaatkan peluang dari kebijakan look east policy Qatar yang memfokuskan pada potensi ekonomi dan pariwisata negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

Diutarakan bahwa peluang tersebut harus dimanfaatkan mengingat negara ASEAN lainnya gencar melakukan promosi pariwisata dengan menonjolkan karakter wisata masing-masing negara.

Dubes yang mantan Anggota DPR tersebut menjelaskan dari 2,56 juta penduduk Qatar, warga asli Qatar hanya sekitar 17%. Sisanya merupakan ekspatriat asing yang memiliki daya beli tinggi dan kerap melakukan kunjungan wisata ke manca negara.

Potensi pariwisata Indonesia juga menjadi incaran Qatar Airways.  Kepala Civil Aviation Authority (CAA) Qatar, Abdullah Nasser Turki Al Subaey berkunjung ke Indonesia pada awal Mei 2016 untuk meminta tambahan  penerbangan Qatar Airways ke Medan, Batam dan Manado guna meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia.

Saat ini frekuensi penerbangan QA hanya ke Jakarta (21 penerbangan seminggu), Denpasar (14). Sedangkan penerbangan ke Surabaya tujuh kali seminggu dalam proses realisasi.

“Komunitas Ekonomi ASEAN yang ditandatangani pada 31 Desember 2015, menjadikan pasar Indonesia sangat atraktif dan menjanjikan sebagai hub bagi pasar ASEAN”, ujarnya.  QA ingin menjadikan Batam sebagai pusat logistik kargo untuk merambah pasar ASEAN.

Dubes Sidehabi menyambut baik rencana rencana kerjasama yang dilakukan Kemenpar. Dikatakan, Indonesia harus menangkap peluang tersebut sebelum tertinggal oleh negara tetangga. Diutarakan agar Kemenpar dapat memanfaatkan kebijakan Qatar tersebut guna meningkatkan kerjasama khususnya yang terkait TTI.

Sementara ini ada kekurangan yang mendasar dari pengelola travel di Indonesia adalah masih kurangnya paket-paket “one stop shopping”, sehingga banyak tourist manca negara yang berlibur ke Indonesia mengalihakan tujuan liburnya ke Negara Asean lainnya karena ada kepastian dan kemudahan dalam pelayanan selama berlibur di Negara tujuan.

Untuk itu Dubes Sidehabimenghimbau kepada Kemntrian Parawisata agar menyiapkan para pengelola travel yang dapat melaksanakan paket-paket “One Stop Shopping”  (BD/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru