Monday, February 24, 2020
Home > Berita > Ali Fauzi, Adik Amrozy Sebut Banten Zona Merah Teroris

Ali Fauzi, Adik Amrozy Sebut Banten Zona Merah Teroris

Ilustrasi.

MIMBAR-RAKYAT.COM (Serang) – Adik kandung Ali Imron dan Amrozy, terpidana mati Bom Bali, Ali Fauzi menyebutkan, Provinsi Banten masuk zona merah teroris.

Ali mengatakan itu, saat kegiatan diseminasi pedoman peliputan terorisme dan peningkatan profesionalisme media massa dalam meliput isu-isu terorisme yang digelar Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten, di Kota Serang.

“Jadi penangkapan terduga teroris Eep Saiful Bahri alias Abu Syifa di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang pekan lalu, bukan kali pertama.

Potensi Banten sangat kuat, ini terlihat dari jejak rekam wilayah Banten, NII dan DI TII, simpatisan masih banyak,” kata Ali Fauzi, kemarin.

Selain itu, kata Ali, empat orang dari anak buah Pepi Fernando, terpidana kasus Bom Buku dan Bom di Serpong yang salah satunya melakukan pengeboman di Samarinda.

Tiga di antaranya masih berkeliaran dan juga berpotensi melakukan aksi serupa. Terlebih lagi salah satu dari ketiganya berada di Banten. Dia menyakini kelompok ini berafiliasi dengan kelompok ISIS.

“Jadi tiga orang itu punya potensi, polisi juga pasti maping sehingga perlu ada pengawasan khusus. Juga dengan penangkapan di Majalengka, Aceh dan Banten juga gabungnya ke ISIS Global yang ada di Syria dan Irak,” terangnya.

Menurut Ali, mudahnya seseorang bergabung dengan kelompok teroris lebih disebabkan pertemanan dan prinsip, bukanlah karena ideologi yang selama ini banyak orang kira.

Karena pencekokan ideologi radikal baru dapat diberikan ketika satu sama lainnya sudah sepaham. Kelompok teroris juga sangat rapi dalam perekrutan dan dalam administrasi, sehingga sulit dilihat dengan kasat mata.

“Jadi bukan karena ideologi seseorang dapat bergabung. Hasil penelitian juga menyebutkan 90 persen lebih karena pertemanan,” pungkas Ali yang saat ini menjadi Dosen di STIT Lamongan, Jawa Timur ini.

Sekretaris FKPT Banten Amas Tadjudin mengakui, potensi gerakan radikal di Banten itu ada dan sudah diendus berbagai pihak. Seperti penangkapan terduga teroris, di daerah Baros itu.

“Masyarakat tidak boleh lengah sedikit pun. Karena secara administratif kelompok radikal sangat rapi dan tertata secara massif. FKPT bekerja sama dengan seluruh komponen masyarakat mencegah gerakan ini,” katanya. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru