Thursday, September 19, 2019
Home > Internasional > Algojo ISIS Itu meletakkan Pisau Dileher Kenji Goto: Mimpi Buruk Untuk Jepang Dimulai

Algojo ISIS Itu meletakkan Pisau Dileher Kenji Goto: Mimpi Buruk Untuk Jepang Dimulai

MIMBAR-RAKYAT.com  _Jakarta) Terlihat seorang algojo ISIS berpakaian hitam dan Kenji Goto mengenakan pakaian bak tahanan berwarna oranye. Algojo yang berbicara dengan aksen mirip Inggris itu mengatakan, “Mimpi buruk untuk Jepang sudah dimulai,” ujar sang eksekutor, seperti disiarkan ABC, Minggu (1/2/2015).

Menyusul negosiasi untuk menyelamatkan sandera asal Jepang kembali  yang gagal, satu lagi warga negeri sakura kembali menjadi korban keganasan ISIS. Jurnalis  negara tersebut, Kenji Goto dikabarkan telah dieksekusi. Hal itu diketahui berdasarkan video yang dirilis ISIS pada 31 Januari 2015.

Dalam video bertajuk “Pesan untuk Pemerintah Jepang”, terlihat seorang algojo ISIS berpakaian hitam dan Kenji Goto mengenakan pakaian bak tahanan berwarna oranye.

Dalam rekaman berdurasi 66 detik itu, si algojo menempelkan sebilah pisau di leher Goto. Tak diperlihatkan apa yang terjadi selanjutnya. Video eksekusi terhadap warga asing lain yang beredar sebelumnya juga tak menampilkan penggorokan.

 Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Yoga  bereaksi keras . Ia mengatakan pihaknya geram dengan tindakan tersebut.

“Ini jelas aksi terorisme. Sangat mengerikan. Kami marah dan akan bertindak,” ujar dia.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan, pihaknya juga mengutuk perbuatan ISIS tersebut. Namun Washington akan menyelidiki apakah video pemenggalan itu benar-benar otentik atau tidak.

Kenji Goto merupakan jurnalis 47 tahun yang hendak membuat film dokumenter di Suriah. Ia pergi ke negara Timur Tengah itu pada Oktober 2014 lalu.

Dalam video sebelumnya, Kenji Goto menyatakan ISIS meminta uang tebusan sekitar Rp 2,5 triliun jika ingin dia dibebaskan. ISIS juga meminta kepada Yordania agar membebaskan anggota Al Qaeda, Sajida al-Rishawi yang kini menjadi terpidana mati atas serangan pada 2005 silam jika ingin  pilot asal Yordania, Moaz al-Kasasbeh dibebaskan. Belum diketahui bagaimana nasib Moaz saat ini meski Yordania telah menyatakan siap membebaskan Sajida.

Sebelumnya   ISIS mengeksekusi warga Jepang lainnya, Haruna Yukawa yang merupakan pengusaha 42 tahun yang datang ke Suriah pada Agustus 2014 untuk membangun perusahaan kontraktor militer. Namun tak lama, ia diculik ISIS.

Ajaib

Di Damaskus , seorang wanita Suriah masih tetap hidup usai dihukum rajam oleh kelompok ISIS di Suriah. Wanita itu pun akhirnya dibiarkan pergi karena dianggap bahwa kehendak Tuhanlah dia bisa selamat.

Menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, wanita itu dihukum rajam oleh ISIS di kota Raqqa atas tuduhan perzinahan. Namun ajaib, dia berhasil lolos dari kematian usai menerima hukuman brutal tersebut.

“Para militan melakukan hukuman tersebut dan melemparkan batu-batu ke dirinya sampai mereka mengira dia telah meninggal,” demikian disampaikan Observatory seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (31/1/2015).

Namun begitu mereka berhenti melempari dia dengan batu, wanitu itu bangkit dan mencoba kabur dari tempat tersebut.

“Seorang militan ISIS akan menembak dirinya ketika seorang ahli hukum Islam mengintervensi dan mencegahnya dengan mengatakan, berkat Tuhanlah dia tidak meninggal,” demikian disampaikan Observatory tanpa menyebutkan kapan insiden itu terjadi..”

Wanita yang tidak disebutkan namanya itu pun kemudian dibiarkan pergi dari lokasi.

Menurut Observatory, sedikitnya 15 orang telah dihukum mati oleh para jihadis di Suriah, termasuk para militan terkait Al-Qaeda, sejak Juli 2014 lalu atas tuduhan perzinahan dan homoseksualitas. Dari ke-15 orang tersebut, 9 di antaranya wanita. (ais)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru