Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Aleppo Makin Luluh Lantak

Aleppo Makin Luluh Lantak

Para penyelamat menyuri sebuah pasar yang porak-poranda akibat serangan udara di timur Aleppo, Suriah. (Reuters)

Para penyelamat menyuri sebuah pasar yang porak-poranda akibat serangan udara di timur Aleppo, Suriah. (Reuters)

Mimbar-Rakyat.com (Aleppo) – Aleppo, salah satu kota yang dikuasai penentang pemerintahan Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad, luluh lantak akibat terus-terusan dibombardir tentara pemerintahan berkuasa dan sekutunya.

Televisi Al Jazeera melaporkan, serangan udara tak henti-hentinya menggasak Aleppo. Gedung-gedung dan pemukiman rontok dan warganya tidak hanya mengalami cidera tetapi kehilangan nyawa selain harta benda.

Presiden Suriah Assad tidak mendengarkan himbauan sejumah negara agar menghentikan pembantian. Dia beralasan, menguasai kota adalah kunci untuk merebut daerah-daerah lainnya.

Aleppo yang dikuasai penentang pemerintahan Assad telah dilanda gelombang baru pemboman udara secara terus menerus. Bashar al-Assad mengatakan penangkapan di kota bagian utara Suriah itu akan menjadi “batu loncatan” mendorong “teroris” kembali ke Turki.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris menyebutkan, Jumat (14/10) puluhan serangan udara telah menyerang Aleppo timur.

Sementara The Aleppo Media Centre, sekelompok aktivis oposisi , menyebutkan serangan udara menewaskan banyak warga selain korban terluka, bahkan beberapa terkubur di bawah puing-puing.
Seorang juru bicara untuk kelompok responden Pertahanan Sipil di Aleppo mengatakan kepada Al Jazeera bahwa setidaknya enam warga sipil telah tewas dalam serangan udara pada Jumat sore.

“Rumah sakit sipil terbesar yang tersisa di kota Aleppo terbakar . Itu akibat terkena bom fosfor …,” kata Ibrahim Abu Leith, juru bicara berbasis Aleppo untuk kelompok penyelamatan yang juga dikenal sebagai White Helm.

Menurut salah satu sumber, sejak serangan tentara Suriah terhadap Aleppo meningkat September lalu, Rusia dan pemerintah pemboman telah menewaskan lebih dari 370 orang, termasuk 68 anak-anak.

Selama tiga hari terakhir, sebanyak 100 orang telah tewas dalam penggerebekan. Meningkatnya korban di Aleppo mendorong kecaman internasional. Bahkan muncul dorongan diplomatik yang ditandai akan terjadinya pembicaraan antara Amerika Serikat dan Rusia, Sabtu (15/10).***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru