Wednesday, October 23, 2019
Home > Berita > Ahok menyerang balik BPK dengan Panama Paper

Ahok menyerang balik BPK dengan Panama Paper

Ahok menyerang balik foto Tempo

Ahok menyerang balik foto Tempo

Mimbar Rakyat. (Jakarta) Gubernur DKI Ahok menyerang balik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal perkara pembelian Rumah Sakit Sumber Waras, dengan  menyebut soal adanya pejabat BPK yang namanya masuk dokumen Panama Papers.nya, ada yang masuk Panama List (Panama Papers)?” kata Ahok  kepada wartawan di Balai Kota Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (13/4/2016).

“Bagaimana menjelaskan, kata Ahok.Lebih baik BPK membuktikan bahwa pejabat-pejabatnya sendiri bersih dari praktik manipulatif, termasuk tak terlibat penghindaran pajak sebagaimana yang dicuatkan lewat Panama Papers. Gubernur  ingin agar BPK tak asal ngomong menuduh bahwa pembelian lahan RS Sumber Waras telah merugikan negara.

“Makanya saya tanya yang duduk di BPK berani tidak buktikan hartanya dari mana? Jadi jangan asal ngomong di Republik ini, begitu loh,” kata Ahok.

Ahok telah memberi keterangan kepada  KPK pada Senin (13/4) kemarin. Salah satu yang meminta keterangan darinya adalah dari unsur BPK Perwakilan DKI.

Menyerang balik

Kasus pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI, sebagaimana diketahui, disebut audit BPK telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 191 miliar.Ahok menyerang balik dengan mengungkit Panama Paper.

Selasa kemarin, Ketua BPK Harry Azhar Azis mengaku ada nama dirinya di Dokumen Panama. Dia mengakui memang mendirikan sebuah perusahaan di luar negeri. Hal itu terjadi ketika salah satu anaknya yang sekolah di luar negeri menikah dengan orang Chili.

“Ya ceritanya begini.Anak saya sekolah di luar negeri kawin dengan orang Chili.Dia minta sayaagar  bagaimana kalau kita buat perusahaan dan saya,” kata Harry kepada wartawan di Jakarta.

Dia mengaku sejak 2010 tak lagi menjadi direktur di perusahaan tersebut. Harry juga tak melaporkan perusahaan tersebut ke dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).

Namun demikian, kata Harry, tak semua isi Dokumen Panama sesuai dengan fakta di Indonesia. Kementerian Keuangan menyebut sekitar 79 persen data di Dokumen Panama yang sesuai. “79% datanya sesuai, sisanya nggak sesuai. Sekarang tanya ke Kemenkeu saya termasuk ke 79% atau 21%?,” kata mantan politisi Golkar ini. (ai)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru