Sunday, September 15, 2019
Home > Berita > Ahok “Dibanjiri” Pengaduan

Ahok “Dibanjiri” Pengaduan

Ahok dilaporkan ke polisi karena nista agama. (salam-online-com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Jumat ini Ahok “dibanjiri” pengaduan karena ulah kesombongannya yang kontroversial membodoh-bodohkan salah satu surah dalam kitab suci umat Islam, Al Quran.

Omongan kontroversi di Kepulauan Seribu itu menyangkut pernyataan Gubernur DKI Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama atau Tjung Ban Hok, soal surah Al Maidah ayat ke-51, yang melahirkan protes dari berbagai kalangan yang terus mengalir dan menyatakan Jumat akan melaporkannya ke kepolisian.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, pihaknya akan melaporkan Ahok ke polisi. Pelaporan, lanjut dia, dilakukan untuk menjawab keresahan sebagian warga negara.

Ahok membantah telah melecehkan kitab suci Al Quran karena mengutip sebuah ayat surat Al Maidah. Pernyataan Basuki ini untuk menanggapi pelaporan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta.

ACTA melaporkan Basuki karena pernyataannya yang secara terbuka mengatakan jangan memilihnya karena surat Al Maidah ayat 51.

ACTA melaporkan Ahok ke Bareskrim Polri. Calon gubernur petahana itu dinilai  melecehkan agama Islam.

Kemudian, sejumlah warga dan Organisasi Masyarakat (Ormas) dari Jakarta Utara, serta Forum RT/RW, dikabarkan akan melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas dugaan penistaan agama.

Ahok mendapat sorotan keras karena dalam pidatonya di hadapan warga Kepulauan Seribu,  (27/9/16).Saat itu, Ahok menjelaskan program kerja sama Pemerintah Provinsi DKI dan Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta dalam bidang perikanan–termasuk memberikan bantuan 4.000 benih ikan kerapu.

Dalam pidatonya, Ahok menjelaskan bahwa warga tidak perlu takut soal kelanjutan program bantuan itu, bila dirinya tidak terpilih dalam Pilgub DKI 2017. Lebih kurang, Ahok menjamin program itu akan tetap berjalan, apa pun hasil Pilgub kelak.

“Jadi enggak usah pikiran. ‘Akh! Nanti kalau enggak kepilih, pasti Ahok programnya bubar’. Enggak! Saya masih terpilih (menjabat) sampai Oktober 2017,” kata Ahok seperti dilansir beritagar.id.

Setelahnya, terseliplah pernyataan dia soal penggunaan surat Al Maidah ayat 51 jelang Pilgub DKI 2017.

“Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu enggak pilih saya. Dibohongin pakai surat Al Maidah ayat 51, macam-macam itu. Itu hak bapak ibu.”

Sementara antaranews melaporkan, anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Fajar Sidik mempertanyakan petugas Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang menolak laporan polisi terkait dugaan penistaan agama yang dilontarkan Ahok.

“Kenapa Bareskrim menolak karena alasan harus ada surat fatwa MUI,” kata Fajar di Jakarta, Kamis.

Fajar menyebutkan petugas Bareskrim Polri menolak laporan karena tidak ada surat fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

Politisi Partai Gerindra itu menduga Ahok telah melakukan tindak pidana penistaan agama sesuai Pasal 165 KUHP.

Fajar meminta Bareskrim bersikap adil dan tanpa pandang bulu untuk menegakkan hukum di Indonesia.

Terlebih Ahok merupakan bakal calon pemimpin sekaligus petahana Gubernur DKI pada pilkada 2017 mendatang. “Bareskrim sebagai pengayom harus adil,” ujar Fajar.   (AN/KB)

One thought on “Ahok “Dibanjiri” Pengaduan

  1. Yth Bpk Ahok

    Sejak semula, Busway memang diharapkan dapat menjadi pioneer dalam mode transportasi berbahan bakar gas. saya sangat bangga dan mendukung langkah yang diambil Bpk Sutiyoso, lalu Pak Fauzi Bowo dan Pak Jokowi. apalagi saat kampanye presiden, pak Jokowi menyebutkan akan mengkonversi bahan bakar minyak menjadi Gas. karena gas sangat melimpah di Indonesia, dan tentunya mengurangi subsidi BBM.

    Tetapi sayang sekali, cita cita mulia dari Bpk Sutiyoso, Bpk Fauzi Bowo, dan Bpk Jokowi,, telah di hancurkan oleh Bapak Ahok. saya juga tidak faham, kenapa beliau begitu membenci Gas. apakah karena beliau orang kaya jadi merasa gengsi membeli gas, dan lebih baik membeli Pertamina Dex atau minimal Solar.

    Sangat menyedihkan sekali. Beliau sepertinya Tidak mendukung program konversi energi dari solar ke gas. Ini malah mengkonversi dari gas ke solar. kalau di izinkan, saya siap mempresentasikan ke bpk tentang bbg ini.

    Kalau ini hal ini di biarkan, bagaimana dengan nasib SPBG yang sekarang menjadi sepi, bahkan tutup. Lalu bagaimana dengan tujuan semula menjadikan busway sebagai contoh angkutan umum berbahan bakar gas? Semuanya jadi tidak tercapai. salah satu alasan saya pilih pak jokowi adalah adanya program Konversi Energi dari Minyak ke Gas. tapi bpk mengganti menjadi dari Gas ke solar. sangat menyedihkan sekali, sangat memalukan..

    Saya lebih menghargai Bpk Gubernur yang dulu yaitu Bpk Sutioso, Fauzi bowo, Jokowi. Mereka beli Busway Biar merk Zonthong bermesin doosan. Tapi masih berbahan bakar gas. Dari pada keputusan gubernur yang sekarang. Pilih merk mercedes tapi berbahan bakar solar. Terus spbg nya mau di kemanakan? Tidak sejalan dengan program konversi solar ke gas. Program pak jokowi.
    Harapan saya agar gubernur sekarang dan dirut transjakarta diberikan hidayah oleh Allah Swt. Agar sadar dan insyaf dan sadar untuk mengembalikan kesemula. dan menyadari kesalahannya yang telah menghancurkan program nya Bpk Presiden Jokowi

    Apakah Bapak dapat mengembalikan busway yang sudah berbahan bakar solar menjadi Gas ? harusnya bapak juga bisa. jangan sampai Bapak dikenal dalam sejarah sebagai perusak pembangunan konversi Energi.Terima kasih

    Best Regards

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru