Monday, August 03, 2020
Home > Hukum > Adegan Rekonstruksi Yang Menegangkan

Adegan Rekonstruksi Yang Menegangkan

MIMBA-RAKYAT.com (Jakarta) Tak terbayangkan kesadisan pasangan muda Hafit dan Syifa dalam membunuh Ade Sara sampai selesainya rekonstruksi kejadian pembunuhan itu. Tak seorang pun berani membayangkan, sebelumnya, pasangan muda itu bisa  melakukan dengan sangat dingin dalam tempo yang lama hingga akhirnya membuang mayat Ade Sara di pingir Tol Bekasi beberapa waktu lalu.

Penyidik Polda Metro Jaya telah menggelar rekonstruksi pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto yang ditemukan tewas mengenaskan di pinggir Tol Bekasi beberapa waktu lalu.

Dari urutan adegan rekonstruksi itu menunjukkan bahwa pelaku Imam Al Hafidt (19) alias Hafiz menginjak leher mantan kekasihnya itu hingga tewas. Hal yang membuat Ade Sara tak berdaya lantaran disetrum oleh kedua tersangka berkali-kali i membuat korban tidak berdaya, shock dan lemas.

Setelah disetrum, Ade Sara kemudian dihujani pukulan oleh tersangka sambil dimaki-maki dengan umpatan kasar, dan kata-kata intimidasi. Karena terlalu bersemangat melakukan penganiayaan, setelah dipukul, Ade Sara kembali disetrum lalu diminta menelan tisu dan menjerat korban dengan tali tas. Kemudian leher korban ditekan pakai kaki oleh HF sampai meninggal

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menuturkan, rekonstruksi digelar berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap dua tersangka, Hafiz dan Assyifa Ramadhani (19) alias Syifa, serta saksi-saksi lain.
“Rekonstruksi memperjelas apa yang terjadi di berita acara pemeriksaan,” ucap Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/4).

Ditelanjangi
Awalnya, Assyifa Ramadhani (19) duduk di belakang bersama Ade Sara. Sedangkan Hafiz yang menyetir mobil. Hafiz dan Syifa sempat (pura-pura) terlibat cek-cok. Ade Sara yang mendengar itu sempat mencoba melerai.

“Kamu diam tidak usah ikut campur,” kata Hafiz.

Hafiz kemudian berpindah duduk di belakang bersama Ade Sara. Sedangkan Syifa yang menyetir. Dalam perjalanan, Hafiz mencoba menelanjangi Ade Sara dengan membuka bajunya.

Korban kemudian memberontak dan terus melawan. Karena terus memberontak, Hafiz langsung menyetrum dada Ade Sara. Seketika itu Ade Sara langsung lemas dan tak berdaya. Karena khawatir Ade Sara berteriak, Hafiz dengan sadisnya menyumpal mulut korban dengan kertas koran.Setelah tergeletak lemas, Ade Sara lalu dibiarkan tergeletak di jok mobil.

Rikwanto menerangkan hal yang membuat Ade Sara tak berdaya lantaran disetrum oleh kedua tersangka dengan berkali-kali. “Disetrum berkali-kali membuat korban tidak berdaya, shock dan lemas,” terangnya.

Tak hanya itu, lanjut Rikwanto, setelah disetrum, Ade Sara kemudian dihujani pukulan oleh tersangka. “Kemudian dianiaya dengan pukulan dan kata-kata intimidasi,” Karena terlalu bersemangat melakukan penganiayaan, setelah dipukul, Ade Sara kembali disetrum lalu diminta menelan tisu dan menjerat korban dengan tali tas

“Kemudian leher korban ditekan pakai kaki oleh HF sampai meninggal,” ujarnya

Dua sejoli pelaku pembunuhan sadis terhadap Ade Sarah Angelina Suroto, Ahmad Imam Al-Hafitd (19) alias Hafiz dan Asyifa Ramadhani (19) alias Syifa, nampak menangis usai menjalani rekontruksi di halaman parkir Polda Metro Jaya.

Terlihat Syifa menangis sendu. Air matanya membasahi wajah manisnya tersebut. Sementara kekasihnya, Hafiz nampak murung. Keduanya kompak menutup mulut rapat-rapat ketika wartawan mencoba mewawancarai keduanya.

Ketika seorang penyidik bertanya mengenai adegan rekonstruksi, kedua tersangka menjawab dengan nada cukup pelan.  “Pada saat di bengkel kamu turun?” Tanya seorang penyidik.
Hafiz menjawab, “iya, saya turun dan ngobrol dengan teknisi bengkel.”

Dalam kejadian permbunuhan yang memakan waktu hamper 24 jam, kedua pasangan berputar-putar kota untuk mencari tempat pembuangan mayat. Namun beberapa kali mobilnya mogok, sehingga harus membetulkan di bengkel dengan membawa mayat Ade Sara di dalam mobil.

 Ditutup Tas

Setelah yakin tak ada nafas lagi ,Syifa memeragakan bagaimana ia menutupi tubuh Ade Sara yang sudah tewas dan terduduk di bawah bangku belakang dengan kepala bersandar di pintu kiri mobil.

Syifa duduk di bangku belakang sebelah kanan mobil KIA Visto yang dikendarai, sementara Hafitd duduk di kursi sopir sembari melajukan kendaraannya.

Awalnya penyidik meminta Syifa melakukan adegan selanjutnya setelah mengetahui Ade Sara tewas dengan mengecek nafas dan detak jantungnya.

Penyidik meminta Syifa untuk menutupi kepala dan sebagian tubuh Ade Sara dengan koran, lalu menutupinya lagi dengan tas, sesuai hasil BAP Syifa. Namun Syifa menolaknya dan meluruskan kejadian dan kronologis yang sebenarnya.

“Saya tutupi pakai tas dulu, baru setelah itu koran. Jadi bukan koran dulu baru tas,” kata Syifa tenang kepada penyidik meluruskan kejadian yang sebenarnya.

Penyidik pun manggut-manggut dan mengabadikan rekonstruksi yang dilakukan Syifa. Sepanjang rekonstruksi di Mapolda Metro Jaya, Syifa tampak jauh lebih tenang dibanding Hafitd yang terkadang menunjukkan wajah murung dan tegang atau gugup. ( AL)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru