Wednesday, December 11, 2019
Home > Berita > Hakim PN Medan Tewas Dalam Mobil di Kebun Sawit

Hakim PN Medan Tewas Dalam Mobil di Kebun Sawit

Mobil hakim ditemukan di kebun sawit. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Medan) -Mahkamah Agung (MA) meminta para hakim di seluruh Indonesia untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap orang yang tidak dikenal. Imbauan tersebut menyusul ditemukannya Hakim Pengadilan Negeri Medan bernama Jamaluddin (55) dengan kondisi tewas di dalam mobilnya di wilayah kebun sawit, Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dugaan sementara Jamaluddin korban pembunuhan.

“Bagi seluruh hakim di Indonesia, agar sangat hati-hati saat berinteraksi dengan orang asing atau saat menerima tamu orang yang tidak dikenal,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat MA, Abdullah, ditemui di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Sabtu (30/11).

Hingga kini, kata Abdullah, MA masih menunggu laporan apakah pembunuhan yang menimpa Jamaluddin ini berhubungan dengan perkara yang tengah ditanganinya. Pihaknya pun menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Kami serahkan masalah ini kepada pihak berwenang dalam hal ini kepolisian, untuk mengusut tuntas apa yang sebenarnya menimpa hakim Jamaludin,” kata dia.

MA pun kata dia turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya hakim Jamaluddin yang juga bertugas sebagai Humas PN Medan tersebut. Menurutnya, semasa menjadi hakim, Jamaluddin memiliki catatan baik dalam mengemban tugasnya.

“Tidak ada catatan apa-apa tentang beliau. Apalagi yang bersangkutan jadi humas di PN Medan, itu berarti catatannya memang baik, karena jadi humas itu selektif,” ujarnya.

Abdullah menambahkan, profesi hakim menurutnya memiliki risiko yang sangat tinggi, terutama soal keamanan dan keselamatan. Namun, ia menyayangkan di Indonesia seorang hakim tidak memiliki pengawalan melekat dari aparat. Padahal, hal itu telah diatur di dalam Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Berisiko tinggi, kata Abdullah, lantaran Indonesia memiliki banyak perkara yang berkaitan dengan aksi kejahatan luar biasa, yang pelakunya memiliki jejaring. Abdullah menyebut di antaranya perkara terorisme dan peredaran narkoba.

“Tingkat risiko hakim sangat tinggi, karenanya perlu ada standar pengamanan pada hakim dalam menjalankan tugas dan jabatannya. Norma di dalam Undang-undang itu sebetulnya ada, tetapi di dalam praktiknya tidak pernah,” ucap Abdullah.

Hal itu, menurutnya berbeda dengan negara-negara lain. Di Amerika serikat setiap hakim menerima tunjangan pengamanan dan sehari-hari dikawal sedikitnya dua personel aparat kepolisian. Maka itu ia pun meminta hakim untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartanto mengatakan pada, Jumat (29/11), bahwa korban pertama kali ditemukan di jok belakang mobil Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi BK 77 HD sekitar pukul 13.30 WIB, Jumat (29/11

Rumah Diteror Orang Tak Dikenal

Istri mendiang hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin, Zuraida Hanum (41), menyebut kediamannya pernah diteror tiga pekan sebelum suaminya ditemukan tewas. Teror dilakukan oleh orang tidak dikenal di rumah mereka, Perumahan Royal Monaco Blok D Nomor 22, Medan Johor, Sumatera Utara.

“Waktu itu pagar pintu rumah kami sempat dirusak orang tidak dikenal diduga ditabrak menggunakan mobil,” kata Zuraida di Suka Makmue, Nagan Raya, Minggu (1/12).

Kejadian tersebut, sambungnya, terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat semua anggota keluarga masih berada di dalam rumah dan bersiap memulai aktivitas.

Aksi tersebut menyebabkan pintu pagar di bagian rumahnya rusak parah sehingga tidak bisa dibuka sama sekali. Sayangnya, aksi pelaku tidak terekam oleh kamera pengawas (CCTV) karena saat itu kamera sedang rusak.

“Entah karena sengaja atau tidak, yang jelas pintu rumah kami terlihat sudah rusak. Namun, tidak tahu siapa yang melakukannya, karena saat saya keluar dari rumah tidak ada orang di luar,” ungkapnya.

Menurut Zuraida, sang suami tidak pernah mengeluh atau pun bercerita tentang kegiatam. Ia juga tidak pernah menceritakan apakah mengalami teror atau pun ancaman.

Bahkan pada hari kejadian, sang suami yang keluar rumah usai shalat subuh juga bergegas ke Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang Sumatera Utara, guna menjemput seorang teman. Hingga saat ini, ia tak tahu siapa teman yang dimaksud.

“Seperti biasa saya siapkan semua kebutuhan suami, mulai dari pakaian, berkas perkara dan semua kebutuhan. Semua berlalu biasa saja,” katanya sambil mengusap air mata.

Sebagai informasi, Jamaluddin ditemukan tewas di kebun sawit di Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (29/11). Korban ditemukan warga di dalam satu unit mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD warna hitam. (A/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru