Wednesday, November 20, 2019
Home > Nasional > 52 Tank Leopard Yang Mengundang Kritik Tiba di Jakarta

52 Tank Leopard Yang Mengundang Kritik Tiba di Jakarta

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) 52 Unit tank Leopard  milik TNI yang dibeli dari Jerman tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara . Senin (1/9/2014 52 Tank yang tiba di Indonesia itu terdiri dari 24 tank Leopard dan 28 tank Marder.

Tank ini nanti akan diperagakan didepan umum dalam upacara Hari Ulang Tahun TNI  5 Oktober mendatang.

Tank yang baru datang tersebut t kemudian diangkut menggunakan truk trailer untuk diberangkatkan menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur untuk ditempatkan di Balatalyon Kavaler Kostrad Pasuruan sebanyak 41 unit.

52 Tank tersebut merupakan bagian dari 164 unit tank Leopard dan Marder yang sudah dipesan dari Jerman. Kedatangan tank yang diproduksi Rheinmetall AG perusahaan industri pertahanan asal Jerman sekaligus menandai babak baru kerja sama militer antara Indonesia dan Jerman.

Tank Leopard adalah kendaraan tempur berbobot 62 ton dengan tinggi 3 meter. Tank jenis ini juga dilengkapi dengan meriam kaliber 120 meter. Selain itu, kendaraan perang tersebut juga dilengkapi sistem pengontrol penembakan digital dan laser penjejak jarak serta mampu membidik dalam kegelapan.

Sementara tank jenis Marder memiliki berat lebih ringan, yakni sekitar 33 ton. Tank jenis ini mampu mengangkut prajurit dengan kapasitas 9 orang.

Kritik Habibie

Presiden ke-3 Indonesia BJ Habibie pernah mengkritik langkah TNI AD yang membeli tank leopard. Menurutnya, pembelian hanya berdasarkan otak dagang, bukan disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia.

“Kita akan impor tank leopard, itu kan untuk padang pasir, bukan maritim. Dalam program skenario perang berubah. Sekarang pembuat tank itu cari orang yang mau bayar besi tuanya. Pake dong otaknya,” ujar Habibie di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (26/3/2014).

Habibie merinci berat dari tank tersebut mencapai 60 ton. Berat alat utama sistem persenjataan yang baru itu dinilai tak mampu melintasi medan-medan di Indonesia.

“Tank itu yang beratnya 60 ton, belum tentu bisa lewat jembatan. Dan saya dengar datang 120, mau taruh di mana?” tuturnya.

“Itu otak dagang, mumpung murah, beli. Saya tak mau kritik siapapun juga, saya mau peringatkan anak cucu intelektual saya.”

Bukan Hanya Padang Pasir

 TNI Angkatan Darat membantah kritikan mantan Presiden BJ Habibie terkait dengan pembelian tank Leopard dari Jerman oleh pemerintah Indonesia. Menurut TNI AD, tidak benar tank Leopard yang termasuk dalam tank tempur utama (main battle tank atau MBT) adalah tank yang dikhususkan untuk negara yang memiliki padang pasir.

“Dari 20 negara pengguna tank Leopard, hanya 3 negara (15 %) yang memiliki padang pasir. Sedangkan 85% dari negara-negara tersebut tidak memiliki padang pasir,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Andika Perkasa saat itu.

Menurut Andika, saat ini ada 140 negara pengguna MBT diseluruh dunia, dengan 65 jenis MBT yang berbeda. Khusus untuk tank Leopard digunakan oleh 20 negara besar. Mulai dari Australia, Austria, Brasil, Kanada, Cile, Denmark, Finlandia, Jerman, Yunani, Indonesia, Italia, Lebanon, Norwegia, Polandia, Portugal, Singapura, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Turki.

Selain itu, tank Leopard juga mampu bermanuver off road di permukaan berlumpur dan di sungai dengan kedalaman kurang dari 4 meter.

Dari kebutuhan 103 garasi tank Leopard, 82 di antaranya (79.6 %) sudah selesai dibangun di berbagai lokasi penempatan. Sisanya akan diselesaikan tahun 2014 ini.

Penempatan 103 unit tank Leopard TNI AD adalah:

– Batalyon Kavaleri 1 Kostrad, Cijantung (total 41)
* 13 Leopard 2A4.
* 28 Leopard 2 RI.

– Batalyon Kavaleri 8 Kostrad, Pasuruan (total 41)
* 28 Leopard 2A4.
* 13 Leopard 2 RI.

– Pusat Pendidikan Kavaleri, Padalarang (total 4)
* 3 Leopard 2 RI.
* 1 Leopard 2A4.

– Kompi Kavaleri CAMB, Sentul
* 13 Leopard 2 RI.  

– Kompi Kavaleri Pusat Latihan Pertempuran, Baturaja (total 4)
* 4 Leopard 2 RI. (Ais)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru