Monday, October 21, 2019
Home > Berita > 50 Tokoh Islam Dianggap Paling Berpengaruh di Dunia, Presiden Jokowi Masuk Urutan 13

50 Tokoh Islam Dianggap Paling Berpengaruh di Dunia, Presiden Jokowi Masuk Urutan 13

Presiden Jokowi dan tokoh Islam saat menjamu Raja Salman, (ist)

MIMBAR.RAKYAT.Com (Yordania) – Dalam jajaran 50 tokoh Islam dianggap paling berpengaruh di dunia, menurut lembaga riset independen berbasis di Yordania, nama-nama orang Indonesia masuk di dalamnya.

Dalam daftar ini, Presiden Jokowi berada di urutan 13, sementara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj di peringkat 20. Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin dan pendakwah Luthfi bin Yahya juga masuk dalam daftar.

Dalam keterangan hasil riset yang dirilis pekan ini, Joko Widodo ditulis sebagai tokoh yang dikenal sebagai ‘pemimpin populis, yang tidak menikmati dukungan dari cendikiawan keagamaan atau datang dari latar belakang militer atau orang kaya.’

Beberapa tahun lalu, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden juga masuk sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam daftar yang disusun Royal Islamic Strategic Studies Center (RISC) itu.

Pada 2012, SBY berada diperingkat sembilan karena dianggap berhasil dalam melakukan kampanye garakan anti terorisme, pengembangan demokrasi, dan penyelesaian sengketa Aceh dan Papua secara damai.

Pengamat politik Islam, Zuhairi Misrawi mengatakan, daftar semacam ini, ‘Ingin memberikan semacam contoh keteladanan, (contoh) tokoh-tokoh yang bisa diteladani, menginspirasi untuk Islam yang damai, ramah, toleran, dan moderat.”

“Semacam referensi untuk dunia Islam dan dunia barat untuk meneladani sosok-sosok Islam yang telah berperan mewujudkan toleransi dan kedamaian,” tambahnya kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya sangat wajar jika nama-nama urutan 10 besar didominasi oleh pemimpin-pemimpin dan tokoh Islam Timur Tengah karena di sanalah kiblat Islam -walau Indonesia sebetulnya adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia,

“Walau begitu kita sedang dilirik dunia sebagai negara mayoritas Islam, yang mampu menjalankan demokrasi, hidup berdampingan dengan agama-agama lain, merawat kebhinnekaan, mengembangkan Islam yang moderat. Maka itu sebetulnya ini prestasi yang harus dipertahankan karena Indonesia mulai dilirik bagaimana Islam moderat itu berkembang mewarnai demokrasi,” jelas Zuhairi.

Adanya tokoh NU dan Muhammadiyah yang masuk dalam daftar tersebut juga dinilai sebagai pengukuhan bahwa pilar Islam di Indonesia itu ada dua, yaitu NU dan Muhammadiyah.

“Jadi ketika melihat Jokowi (dalam daftar), kita juga harus melihat NU dan Muhammadiyah,” sambung Zuhairi.

Dalam daftar itu, Guru Besar Universitas Al-Azhar Mesir, Syekh Ahmad Muhammad Al-Tayyeb menempati posisi pertama sebagai tokoh Islam paling berpengaruh, diikuti Raja Yordania dan kustodian tempat suci di Yerusalem, Raja Abdullah II ibn Al-Hussein, serta Raja Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud dari Arab Saudi di urutan tiga. (BBC/joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru