Tuesday, October 22, 2019
Home > Berita > 40 Tahun Hubungan RI-Qatar dan Peringatan Hari Kartini di Doha

40 Tahun Hubungan RI-Qatar dan Peringatan Hari Kartini di Doha

Peringatan hari Kartini di Doha, Qatar. (bd)

MIMBAR-RAKYAT.com (Doha) – Tamu kehormatan Sheikha Noora Al-Thani, anggota keluarga  Kerajaan Emir Qatar, dengan spontan mengatakan “mumtaz” (hebat) ketika ditanya kesannya saat menyaksikan pertunjukan bazar amal dan pentas seni “Wonderful Indonesia” 2016 yang berlangsung di Doha, sekaligus menandai 40 tahun hubungan RI-Qatar serta peringatan Hari Kartini.

Pagelaran seni memeriahkan 40 tahun hubungan RI-Qatar serta peringkatan Hari Kartini yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Doha 21 April 2016 membuat penonton dari manca negara terpesona.

“Rangkaian ragam seni tari dan nyanyian dangdut  para seniman diaspora Indonesia mendapat sambutan meriah sekitar 400 penonton yang memenuhi pelataran parkir KBRI Doha,jub itu, termasuk Sheikha Noora yang merasa takjub itu, ” kata Pelaksana Fungsi Politik KBRI Doha, Boy Dharmawan, kepada MR.com, Jumat waktu setempat.

Beragam tari tradisional dan kontemporer turut meramaikan pesta seni. Tari Borneo, Jaranan, Tor-Tor, Sajojo, Yamko, Genjring, Mentok dan  Angin Mamiri yang ditampilkan secara atraktif dan menghentak berhasil memukau penoton. Lagu-lagu tradisional dan dangdut yang membuat penonton bergoyang menambah semarak acara wonderful Indonesia.

Beberapa tarian yang tampil telah menjuarai Festival Seni Budaya Internasional yang diselenggarakan Pemerintah Qatar guna perayaan Hari Ulang Tahun Qatar pada  Desember 2015.

Tampilan seni berhasil menggugah masyarakat manca negara dan sekaligus ajang pelepas rindu bagi komunitas Indonesia di Qatar. Gegap gempita dan gemuruh tepuk tangan terus menerus mengisi ruang pertunjukkan.

Dutabesar RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi  kedatangan Guest of Honour, Sheikha Noora Al-Thani  dan saudaranya, Sheikha Maha Al-Thani pada acara tersebut.

Sidehabi juga memuji kepiawaian DWP yang mempersiapkan acara sehingga memberi warna tersendiri bagi diplomasi budaya Indonesia.  “DWP berhasil menggerakan berbagai ormas Indonesia berkontribusi dalam pagelaran wonderful Indonesia,” kata Dubes.

Peeringatan 40 tahun hubungan RI-Qatar dan peringatan Hari Kartini di Doha, Qatar. (bh)
Peeringatan 40 tahun hubungan RI-Qatar dan peringatan Hari Kartini di Doha, Qatar. (bh)

Ketua DWP Andi Una Sidehabi yang mengkoordinir Pentas Seni  mengatakan untuk pertama kalinya kegiatan seni budaya yang dibarengi bazar amal dilakukan DWP sejak KBRI dibuka. Kegiatan tersebut juga sekaligus dijadikan ajang untuk memperingati Hari Kartini pada 21 April 2016, ujarnya.  (arl)

KBRI Doha memperoleh ekspose gratis dari segi diplomasi dan DWP pun memperoleh keuntungan dari bazar amal.  Menurut Andi Una, hasil keuntungan dari bazar penjualan kerajinan tangan dan berbagai produk makanan dan minuman akan disumbangkan kepada yayasan pendiikan di Jakarta yang dikelola DWP Pusat Kemlu.

Pihak sponsor dari Bank BCA dan Bank BNI tidak menyia-nyiakan kesempatan. Di sela sela pementasan, para sponsor bersaing menjaring nasabah dengan mempromosikan produknya yang dibalut dengan kuis berhadiah yang dipandu langsung representatif, Dian Nurhayati (BCA) dan  Tubagus A.R (BNI).

Menurut perkiraan sekitar 40 ribu WNI bermukim di Qatar. Komunitas tersebut diwadahi dalam 50 ormas di bawah naungan Persatuan masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa) yang diketuai Edwin Kurniawan.

Warga asing selain dari negara-negara ASEAN Qatar juga terdapat warga AS, Mesir, Palestina, Inggeris dan warga Asia Selatan seperti Srilangka, India, Bangladesh. Semuanya  kagum dengan kebhinekaan Indonesia yang mencakup aneka pulau, suku dan bahasa yang melahirkan bermacam seni budaya dan makanan tradisional yang beragam dari satu daerah ke daerah lainnya.

Selain itu, pagelaran seni budaya juga diwarnai oleh ekshibisi beragam kerajinan tangan indonesia. Produk yang ditampilkan berupa: tas tradisional, kalung etnik, batik, manik manik, baju etnik, kaos tradisional dan berbagai cendra mata khas lainnya.

Tidak kalah menariknya, penonton dapat merasakan kenikmatan berbagi makanan tradisional yang berasal dari berbagai daerah, antara lain, coto makasar, ayam bakar taliwang, sate padang, mie aceh, bakso spesial, batagor, mie ayam, nasi bakar, ayam pop, ayam penyet, pecel lele, gado gado, nasi kuning, dendeng ragi, martabak, botok tempe, nylekami dan  beragam soto.

“Makyusss”, Ungkap Seth, warga AS ketika mencicipi berbagi macam makanan tradisional.  Seth yang memiliki istri WNI, sangat menyukai masakan Indonesia. Ia adalah Project Manager kota Lusail City, yang dikenal kota MotorGP di Timur Tengah.  (SP/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru