Sunday, September 22, 2019
Home > Berita > 40 Hari Mendekam di Tahanan, Pretty Asmara Tulis Surat Kekecewaan

40 Hari Mendekam di Tahanan, Pretty Asmara Tulis Surat Kekecewaan

Pretty Asmara. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Setelah 40 hari mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Narkoba Polda Metro Jaya, komedian Pretty Asmara mengeluarkan surat yang berisi kekecewaan terhadap tuduhan sebagai pengedar narkoba terhadap dirinya.

Surat dibuat oleh tulisan tangan Pretty pada 14 Agustus 2017 yang dituangkan dalam enam lembar kertas diary cokelat didalam Rutan Narkoba Polda Metro Jaya disertai tanda tangan dan nama lengkap Pretty.

Dalam surat tersebut Pretty menuangkan rasa kekecewaan dirinya atas tuduhan sebagai pengedar narkoba, komedian bertubuh tambun itu merasa telah dijebat. Pasalnya, selama ini dirinya hanya sebagai seorang Party Organizer dan saat penangkapan itu ia hanya menyiapkan beberapa artis sebagai pembawa acara.

Selain tidak mengkonsumsi narkoba sesuai hasil tes urine yang negatif, ia juga tidak tahu jika dalam acara tersebut juga akan ada narkoba yang disediakan oleh Alvin. Untuk itu, Pretty berharap polisi segera menangkap pria yang telah mengadakan acara party tersebut.

Pretty dibekuk anggota Subdit narkoba Polda Metro Jaya yang dipimpin AKBP Doni Alexander disalah satu hotel dikawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu, (16/7) dinihari.

Ia ditangkap bersama seorang pria berinisal D dan tujuh orang wanita yang berprofesi sebagai artis dan penyanyi. Dari Pretty polisi menyita barang bukti sabu seberat 2,04 gram beserta alat hisapnya (bong), 23 butir pil ekstasi, dan 38 butir pil happy five (H5) serta uang tunai sebanyak Rp 25 juta.

Namun, Pretty membantah telah menjadi pengedar narkoba dikalangan artis apalagi selama dua tahun silam. Dia juga mengaku dijebak oleh Alfin yang kini masih buron serta menegaskan bahwa hasil tes urine-nya negatif.(joh)

Adapun isi surat yang dibuat oleh Pretty sebagai berikut:

SURAT UNTUK SAHABAT/ MASYARAKAT INDONESIA
Assalamualaikum Wr. Wb.

Malam ini adalah hari ke-29 saya, Pretty Asmara ditahan di Rutan Polda atas sebuah tuduhan sebagai pengedar narkoba. Apakah definisi pengedar. Dan siapa yang punya hak menyebut seseorang sebagai pengedar?

Saya adalah seorang Party Organizer, pekerjaan saya adalah membuat sebuah event. Saat seseorang menyewa jasa saya, dan kemudian dia membawa, memiliki dan menggunakan narkoba, apakah itu akhirnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya??

Saya ditangkap dan sudah ditahan selama 29 hari… Akan tetapi di manakah ALVIN?? ALVIN DI MANA…???

Pada malam Minggu itu saya diminta membuat sebuah event dengan mengundang teman-teman artis sebagai pengisi acara. Saya mengundang L *****, M *****, D ***, A**, E***, S**, G****, A*****, P*, tapi anehnya sampai tengah malam belum ada satupun undangan ALVIN yang datang… padahal acara malam itu mulai dari jam 6 sore.

Kira-kira pukul 8 malam, saya mengajak ALVIN naik ke kamar bertemu Hamdani, kakak angkat saya yang malam itu juga berada di Hotel Mercure. Di kamar, ALVIN mengeluarkan alat & shabu dan mengajak saya dan Hamdani untuk pake bareng… Tetapi saya tolak karena memang saya tidak mengkonsumsi narkoba.

Setelah bertemu Hamdani di kamar, kami pun turun lagi ke Room Karaoke… Kira-kira pukul 12 malam, ALVIN meminta saya untuk turun ke lobby untuk mengambil uang, termasuk juga fee event malam itu. Dan tepat setelah saya menerima amplop uang dari supir ALVIN tiba-tiba polisi berpakaian preman menangkap saya.

Malam/dini hari itu saya ditangkap bersama Hamdani dan teman-teman saya yang berada di Room… tetapi di manakah ALVIN…?? Saya keluar dari Room, kemudian di Lobby saya ditangkap mungkin cuma berjarak 5-10 menit… sangat singkat & aneh kalo tiba-tiba ALVIN ini sudah menghilang…

Apakah adil kalo saat ini saya ditangkap & ditahan sementara ALVIN bebas???
Jakarta, Rutan Polda, 14 Agustus 2017

Pretty Asmara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru