Sunday, December 15, 2019
Home > Berita > 4 Siswa SMP (Santri) Ponpes Hidayatullah Depok, Korban Tenggelam di Laut Garut Dimakamkan, Seorang Lagi Masih Dicari Tim SAR

4 Siswa SMP (Santri) Ponpes Hidayatullah Depok, Korban Tenggelam di Laut Garut Dimakamkan, Seorang Lagi Masih Dicari Tim SAR

Jenasah Faisal disalatkan di mesjid Ponpes Hidayatullah Depok. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Depok) – Empat santri atau siswa SMP Pondok Pesantren Hidayatullah, Depok yang tenggelam di Pantai Cidora, kawasan Garut, Jawa Barat, sudah dimakamkan. Salah satunya santri asal Depok dimakamkan di TPU Kalimulya, Cilodong.

Menurut Sekretaris Yayasan Ponpes Hidayatullah, Iwan Ruswanda, seorang santrinya Muhammad Faisal Ramadhana telah dimakamkan di TPU Kali Mulya Cilodong usai Salat Subuh.

“Sebelumnya sesampai jenazah Faisal di Ponpes langsung disalatkan diikuti para kerabat dan keluarga serta pengasuh dan teman korban di Mesjid Hidayatullah,” ujarnya, Kamis (18/5) pagi.

Iwan mengungkapkan, dua jenazah lagi yaitu Khalid Abdullah dan Rijal Amarullah masing-masing akan dimakamkan di daerah Bekasi dan Tangerang.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari pengasuh Ponpes Hidayatullah di Garut, sekitar pukul 04:50 Tim SAR kembali berhasil menemukan seorang santri bernama Wisnu Dwi.

“Kini jenazah Wisnu sudah dalam perjalanan ke rumah duka daerah Beji dari Garut. Dan rencana hari ini juga akan dimakamkan,” tutupnya.

Kerja Tim SAR untuk mencari lima santri Ponpes Hidayatullah Depok yang terbawa arus Pantai Cidora, Cilame, Rancabuaya, Garut, berhasil 4 orang yang sudah dalam keadaan tak bernyawa.menemukan tiga anak yang tenggelam dan kondisinya sudah tidak bernyawa.

Keterangan salah satu santri yang selamat yaitu Muhammad Izzudin Assulthan, ketika itu ia dengan 13 teman lainnya sedang berdiri di pinggir pantai.

“Bukan berenang melainkan sedang berdiri di pinggir pantai saja saat kejadian. Tanpa disadari tiba-tiba datang air pasang, setelah itu kaki para santri sudah tidak menapak di pasir lalu langsung terseret arus,” kata Muhammad Izzudin.

Ruswanda menuturkan, sebelum kejadian korban lain tewas yaitu Rijal Amarullah yang jasadnya berhasil ditemukan tim SAR sempat menelepon untuk minta pulsa.

“Tapi setelah ditelepon balik ternyata sudah tidak ada jawaban. Jadi rombongan tetap mengindahkan adanya larangan untuk tidak berenang, namun datangnya ombak besar yang tiba-tiba membuat segalanya berubah sangat cepat,” ungkapnya.

Tim SAR masih mencari jasad Muhammad Syaifullah Abdul Aziz (Bandung).

Dia menerangkan jika hingga kini siswa yang selamat dalam keadaan shock. Keluarga santri yang keberadaan nya hilang pun juga sudah diberitahu. “Mereka masih shock sekarang. Mereka menyerahkan sepenuhnya ke kami. Pihak kami juga sudah melakukan penyisiran sejak Rabu pagi,” terangnya.

Keluarga korban, lanjutnya juga ada yang langsung ke lokasi kejadian. “Mereka ikhlas. Mereka tidak putus-putusnya beristighfar. Enam mobil ambulance juga sudah disiapkan,” tambahnya.

Iwan menjelaskan kegiatan wisata alam itu direncanakan dilaksanakan selama dua hari. “Di sana mereka niatnya mau refreshing, melepas lelah setelah ujian karena Sabtu lalu habis ujian hafalan Alquran,” tutupnya . (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru