Monday, September 23, 2019
Home > Berita > 3,2 Kilogram Shabu Buat Tahun Baru Disita Polisi, Bandar Roboh Ditembak

3,2 Kilogram Shabu Buat Tahun Baru Disita Polisi, Bandar Roboh Ditembak

Ilustrasi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Lampung) – Sebanyak 3,2 kg shabu yang akan diedarkan buat Tahun Baru, disita petugas Polresta Bandar Lampung, Jumat (30/12) di Jalan Ikan Kiter, Telukbetung.

Kapolda Lampung Irjen Soedjarno didampingi Kapolresta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Pitono menjelaskan, ini tangkapan besar karena sebelumnya belum pernah ada penangkapan bandar dengan barang bukti sebanyak ini di Polresta Bandar Lampung,” katanya.

Tersangka bandar Kurniawan roboh ditembak kakinya karena melakukan perlawanan saat disergap.

Penangkapan berkat laporan masyarakat yang menyebutkan rumah tersangka sering dijadikan tempat transaksi narkoba di Jalan Madliyas 3, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur.

Pada saat dilakukan penggerebekan di lokasi, polisi kemudian memeriksa istri tersangka yang akhirnya mengaku ada shabu 3,2 kg di dalam rumahnya. Shabu tersebut dibagi dalam dua paket besar dan satu buah plastik yang berisi sepuluh paket sedang. Totalnya berat 3,249 kilogram.

“Barang bukti shabu tiga kilogram lebih itu menjadi indikator baru maraknya peredaran narkoba di Kota Bandar Lampung. Bayangkan kalau segram saja bisa dipakai lima orang. Kalau tiga kilogram lebih berarti lebih 15 ribu orang jadi korban. Bandar Lampung sebagai daerah transit sekaligus daerah pemasaran harus kita cegah dari sekarang, ” lanjut kata Soedjarno.

Tersangka merupakan residivis kasus narkoba jenis shabu yang divonis enam tahun penjara itu, baru bebas Februari lalu.

“Kalau dilihat dari kemasan barang bukti shabu, sepertinya ini bagian dari jaringan internasional. Jalurnya dari China ke Hongkong lalu masuk Malaysia. Kemudian lewat pelabuhan tikus masuk Pulau Sumatera sebelum akhirnya lewat darat masuk ke Pulau Jawa. Shabu ini termasuk kelas super, ” papar jendral bintang dua ini.

Kuat dugaan shabu tersebut untuk memenuhi permintaan untuk perayaan malam Tahun Baru di Bandar Lampung. Biasanya, jelang akhir tahun permintaan narkoba meningkat. Malam pergantian tahun menjadi puncak pemakaian narkoba.

“Setiap hari pasti ada pengguna mati karena narkoba. Tapi tidak setiap hari ada bandar narkoba yang mati. Jadi tidak seimbang. Harusnya, apalagi karena pelaku residivis, ditembak mati saja kalau melawan. Tahun 2017 intensitas penindakan tegas dan terukur harus ditingkatkan terutama buat bandar, ” tegasnya.

Tersangka mengaku mendapat shabu dari Jhon, warga Aceh. Dia mengambil di Kota Metro lewat kurir yang tak dikenal. Rencananya shabu tersebut mau diedarkan berdasarkan perintah Jhon. Komunikasi keduanya terjalin lewat ponsel.

Tersangka kenal Jhon lewat teman sesama napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Kemungkinan besar tersangka merupakan bagian jaringan peredaran narkoba lewat lapas. Polda Lampung sudah mengetahui banyak soal peredaran narkoba tersebut. Sayang, status lapas yang merupakan wewenang dan otoritas Kemenkumham menyulitkan pergerakan dan penindakan.

“Bahkan napi bisa mengendalikan narkoba lewat ponsel di Lapas. Itu jadi masalah yang sedang kami coba dan pikirkan jalan keluarnya. Sekarang kami sedang koordinasi dengan Kemenkumham untuk menghadapinya bersama. Misalnya lewat razia gabungan atau pembinaan bersama, ” urai Sudjarno. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru