Thursday, July 19, 2018
Home > Cerita > Perjalanan Panjang, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Perjalanan Panjang, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Perjalanan Panjang

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus

 

ini entah pemberhentian keberapa?

tidak terhitung lagi tikungan

serta jalan lurus yang dilalui

juga turunan yang curam

jalan mendaki yang terjal

berkelok, meliuk di pinggang jurang

menyeberangi lautan luas

mengudara dengan burung besi

 

jalan berlubang, berkerikil tajam

jalan mulus dan terbentang lebar

hingga pada jalan setapak

yang penuh onak dan duri

tantangan, entah sampai kapan?

tak seorangpun dapat memprediksi

 

banyak yang dirasakan

tidak sedikit yang dialami

susah, senang, silih berganti

sepertinya belum akan berakhir

perjalan masih panjang

 

langkah kaki belum akan berhenti

meski di belakang sayup-sayup

terlihat kecil,  bersama kenangan

telapak kaki terasa capai, perih

betis menegang, lututpun nyeri

namun perjalanan belum berakhir

 

hingga kapan?

hanya Allah yang tahu pasti

di tengah terik, di bawah awan hitam

perjalanan masih akan berlanjut

kadang tujuannya jelas

tapi tak jarang menyimpang

perjalanan hidup, berusaha lurus

namun terkadang terbawa arus

 

langkah kaki kembali diayunkan

tak boleh lama-lama berhenti

tak ada kata lelah, meski capai

perjalanan masih harus berlanjut

menapak takdir, menembus waktu

dengan harapan sampai di tujuan

tujuan akhir di batas perjalanan

perjalanan panjang

 

Jakarta, 2 Mei 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru