Wednesday, October 23, 2019
Home > Berita > 300 Kasus DBD di Garut Hingga Mei

300 Kasus DBD di Garut Hingga Mei

DBD meningkat di Kabupaten Garut.

MIMBAR-RAKYAT.com (Garut) – Kasus terjangkit  penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Garut meningkat dan hingga Mei 2016 tercatat ada 300 kasus.

Kadis Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Teni Swara Rifa’i mengatakan, penyebaran DBD tersebut terdapat di 13 kecamatan, mulai dari Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul sampai wilayah Selatan.

“Penyebaran DBD amat mudah. Apalagi sekarang ini musim hujan. Banyak genangan air yang rawan menjadi sarang nyamuk, sehingga bisa dengan mudah berkembang biak,” kata Teni.

Ia menyebutkan, nyamuk DBD mudah berkembang biak, bahkan di bak mandi atau tempat pembuangan air di kulkas pun dapat berkembang biak,” katanya.

Untuk itu, tambahnya, perlu membersihkan bak mandi atau kulkas seminggu sekali.

Untuk mengantisipasi penyebaran DBD di wilayah Kabupaten Garut, Diskes menyediakan penyemprotan secara gratis.

“Kecuali poging mandiri, ada biaya sendiri,” katanya sembari mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan di rumah dan wilayah masing-masing.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut meminta masyarakat mewaspadai ancaman penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang sekarang cenderung meningkat dengan sebaran lebih meluas tak terbatas pada daerah endemik.

Untuk melakukan pencegahan sebaran DBD tersebut, masyarakat diimbau membiasakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Baik menyangkut kesehatan daya tahan tubuh maupun kebersihan lingkungan, termasuk pemberantasan sarang-sarang nyamuk penular virus DBD. Langkah tersebut dinilai paling efektif mencegah DBD daripada pengasapan (fogging).

Sebelumnya, Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Garut Marlinda Siti Hana mengatakan, berdasarkan laporan dari rumah sakit dan puskesmas, selama rentang Januari hingga Mei 2016, kasus positif DBD  mencapai ratusan kasus. Belum terhitung data kasus DBD terjadi selama Juni dan Juli.

Kebanyakan kasus DBD tersebut terjadi di kawasan perkotaan yang merupakan kawasan endemis DBD, terutama di wilayah Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, dan Karangpawitan. Namun hal itu bukan berarti kecamatan lainnya termasuk wilayah selatan Garut aman dari ancaman DBD.

Ditegaskan, kasus DBD yang masih terus terjadi antara lain karena pelaksanaan PHBS di lingkungan masyarakat bersangkutan masih berjalan kurang baik. Terutama berkaitan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta membersihkan, menguras, dan menutup tempat sarang nyamuk (3M). (Yat R/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru