Thursday, January 23, 2020
Home > Berita > 3 Warga Dipatuk Ular Kobra Dirawat di RSUD Depok

3 Warga Dipatuk Ular Kobra Dirawat di RSUD Depok

Dua anak ular kobra dievakuasi dari Citayam Village. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Depok) – Munculnya ular jenis kobra di sejumlah lokasi di Depok membuat resah warga. Puluhan ular bermunculan dan sudah dievakuasi petugas. Bahkan petugas melakukan pengasapan agar ular muncul dan bisa diamankan.

Munculnya puluhan ular itu bahkan membuat resah pedagang di Pasar Kemirimuka Beji. Satu pedagang menjadi korban gigitan anak ular dan kini dirawat di RSUD Depok. Korban bernama Wagiman yang dipatuk anak ular di bagian kaki.

Tak hanya Wagiman pasien RSUD yang dirawat, tetapi ada dua orang pasien asal Bogor yang ditangani oleh rumah sakit daerah tersebut.

“Betul ada pasien dengan gigitan ular yang mendapatkan penanganan di RSUD Depok sebanyak tiga orang dalam satu minggu terakhir, ” kata Humas RSUD Depok Hadi, Sabtu (14/12).

Ketiga pasien yang dirawat di RSUD ini yaitu RW (26) warga Kali Suren dan SP (23) Waru Jaya, Kabupaten Bogor. Dan untuk warga Depok sendiri kata dia lagi, W (61) yang merupakan pedagang sayur di Kemirimuka yang dipatuk ular Kobra Jawa.

“Dua warga Kabupaten Bogor ini rawat jalan, sedangkan satu warga Depok rawat inap. Terkait ular yang mengigit pasien kami belum bisa pastikan apa jenisnya,” ucapnya.

Hadi menambahkan, pasien yang dipatuk ular ini sedang ditangani oleh dokter spesialis bedah. Terkait fenomena banyak ular berbisa di Depok sambung dia, belum ada pasien lagi yang dipatuk ular berbisa. “Hanya satu orang warga Depok, saat ini belum ada. Kami harap tidak ada lagi yang dipatuk ular,” katanya.

Plt Direktur RSUD Depok Asloe’ah Madjri membenarkan ada tiga pasien yang dipatuk ular berbisa, diantaranya warga Depok satu dan dua warga Kabupaten Bogor. Untuk warga Bogor dilakukan rawat jalan, sementara untuk korban yang warga Depok dilakukan rawat inap.

“Kami sudah mempersiapkan obat suntik Anti Bisa Ular (ABU) bagi korban gigitan ular. Jika disuntik pakai ABU pasien bisa langsung pulang. ABU tidak bisa kami beli melainkan dari Dinkes Provinsi ke Dinkes Kota, enggak dikenakan biaya karena itu obat yang masuk kategori program,” katanya. (M/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru