Monday, September 23, 2019
Home > Berita > 29 Orang Tewas Termasuk 9 Wartawan Akibat Dua Bom Bunuh Diri ISIL

29 Orang Tewas Termasuk 9 Wartawan Akibat Dua Bom Bunuh Diri ISIL

Suasana di lokasi bom bunuh diri di wilayah Shash Darak, di ibukota Afghanistan. (Foto: AP/Al Jazeera)

Suasana di lokasi bom bunuh diri di wilayah Shash Darak, di ibukota Afghanistan. (Foto: AP/Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Kabul) – Dua ledakan yang diduga merupakan bom bunuh diri yang dilakukan kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) di ibukota Afghanistan, Kabul, setidaknya menewaskan 29 orang, termasuk 9 wartawan.

Al Jazeera menyebutkan,  ledakan ganda itu terjadi saat jam sibuk pada Senin (30/4) pagi di wilayah Shash Darak, di ibukota Afghanistan. Jennifer Glasse dari Al Jazeera lebih lanjut melaporkan dari Kabul, mengatakan ISIL yang juga dikenal sebagai ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Pada ledakan pertama, seorang penyerang bersepeda motor meledakkan dirinya dekat Direktorat Keamanan Nasional (NDS), badan intelijen utama Afghanistan. Demikian laporan TOLOnews, mengutip seorang juru bicara kementerian dalam negeri.

Dalam ledakan yang terjadi sekitar setengah jam kemudian, pembom bunuh diri kedua menargetkan pekerja medis darurat dan wartawan yang tiba di dekat lokasi ledakan pertama. Menurut Glasse dari Al Jazeera pembom bunuh diri kedua tampil bak seorang wartawan.

Komite Keamanan Jurnalis Afghanistan melaporkan bahwa sembilan wartawan yang bergegas untuk meliput ledakan pertama tewas dalam ledakan kedua. Dan seorang juru bicara kementerian kesehatan Afghanistan mengatakan dua serangan itu menewaskan sedikitnya 29 orang dan melukai 49 lainnya. Demikian dilaporkan TOLOnews.

TOLOnews juga melaporkan bahwa juru kameranya, Yar Mohammad Tokhi, yang telah bekerja di perusahaan itu selama 12 tahun, termasuk di antara yang tewas dalam serangan itu. Sementara kantor berita AFP melaporkan bahwa fotografer utamanya di Kabul, Shah Marai, juga tewas.

“Fotografer utama #UPDATE Agence France-Presse di Kabul, Shah Marai, telah tewas.Dia tewas dalam ledakan yang menargetkan sekelompok wartawan yang bergegas ke tempat serangan bunuh diri di ibukota Afghanistan pic.twitter.com/rOa4rg24x9.” Kantor berita AFP (@AFP) 30 April 2018

Reporter, Ghazi Rasooli, dan kameramen, Nowroz Ali Rajabi, dari saluran televisi 1TV Afghanistan juga dilaporkan tewas. Dua anggota staf dari Azadi Radio, layanan bahasa Dari Radio Gratis Eropa, juga tewas. Dua wartawan yang meninggal adalah Abadullah Hananzai dan Moharram Durrani. Staf ketiga, Sabwoon Kakar, terluka.

Seorang fotografer Al Jazeera, Seyyed Nasser Hashemi, juga terluka dalam insiden itu. Dia saat ini di rumah sakit. TOLOnews juga melaporkan bahwa dua wartawan lainnya terluka dalam ledakan kedua.

Kematian sembilan jurnalis dikatakan sebagai serangan terburuk terhadap media Afghanistan dalam sejarah modern.

Ledkan pada Senin itu terjadi hanya seminggu setelah ledakan menghantam pusat pendaftaran pemilih di Kabul yang menewaskan sedikitnya 57 orang dan melukai lebih dari 100 orang lainnya.

Secara terpisah, setidaknya 11 anak sekolah Afghanistan tewas di provinsi Kandahar pada hari Senin ketika seorang pembom mobil bunuh diri menabrak konvoi pasukan Rumania yang berpatroli di daerah itu sebagai bagian dari pasukan NATO.

Serangan telah berlipat ganda dalam beberapa hari terakhir sebelum pemilihan parlemen dan distrik yang lama tertunda yang dijadwalkan 20 Oktober tahun ini.

“Serangkaian serangan di Kabul telah membuat ibukota Afghanistan menjadi tempat paling berbahaya di Afghanistan,” kata Glasse dari Al Jazeera.***(edy t)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru