Thursday, November 21, 2019
Home > Berita > 203 kali gempa susulan di Lombok Timur, korban bertambah jadi 16 orang

203 kali gempa susulan di Lombok Timur, korban bertambah jadi 16 orang

Salah satu bangunan rubuh akibat gempa di Lombok. (merdeka)

MIMBAR-RAKYAT.com (Mataram) – Hingga pukul 21.20 WIB Minggu malam tercatat gempa susulan 203 kali terjadi di sekitar episentrum gempa Lombok Timur dengan magintudo terbesar 5,7 SR dan terkecil 2,1 SR, sementara korban jiwa dari 10 kini bertambah menjadi 16 orang.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, gempa susulan bisa terjadi hingga beberapa hari bahkan minggu ke depan, dan BMKG akan terus mencatat kondisi ini.

Kecenderungan gempa susulan melemah dengan kerapatan kejadian juga menurun, sehingga sangat kecil kemungkinan gempa lebih besar terjadi di sana.

Sedangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat melaporkan,  jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi 6,4 pada Skala Richter (SR) di Pulau Lombok itu hingga Minggu malam pukul 20.00 Wita mencapai 16 orang.

“Jumlah korban meninggal dunia yang dilaporkan hingga pukul 20.00 WITA sebanyak 16 orang,” kata Kepala BPBD NTB H Mohammad Rum kepada media di Mataram, Minggu malam.

Korban meninggal dunia seperti dilansir antaranews di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, sebanyak sembilan orang, yakni Papuk Bambang (60), Zahra (3), Adiatul Aini (27), Herniati 35), Firdaus (7), Mapatul Akherah (7), Baiq Nila Wati (19), Herli (9), dan Fatmirani (27). Sedangkan di Kecamatan Sembalun, atas nama Inak Marah (80).

Korban meninggal dunia di Kabupaten Lombok Utara, sebanyak empat orang, yakni Juniarto (8), Rusdin (34), Sandi (20), dan Nutranep (13).

Ada juga dua orang wisatawan meninggal dunia, yakni Siti Nur Ismawida (30), warga Malaysia yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan tembok rumah warga Sembalun tempatnya menginap.

Selain itu, Muhammad Ainul Muksin, asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang tewas tertimpa material longsor di jalur pendakian Gunung Rinjani.

Jenazah pendaki tersebut masih belum bisa dievakuasi dari atas gunung karena jalur pendakian tertutup material longsor.

Selain korban meninggal dunia, BPBD NTB juga menerima laporan sementara jumlah korban luka berat dan ringan di Kecamatan Sambelia, yang dirawat di lapangan Obel-Obel sebanyak 51 orang, di Puskesmas Belanting 62 orang, dan di Puskesmas Sambelia sembilan orang. Di Kecamatan Sembalun, sebanyak 29 orang.

Di Kabupaten Lombok Utara, sebanyak lima orang mengalami luka berat, dan 41 korban luka ringan.

Rumah yang rusak di Kabupaten Lombok Timur mencapai lebih dari 1.000 unit, baik rusak berat, sedang dan ringan. Sedangkan di Kabupaten Lombok Utara, sebanyak 41 rumah rusak berat, 74 rusak sedang, dan 148 rusak ringan.

BPBD NTB sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Timur, dan Lombok Utara, terkait penanganan para korban luka dan warga terdampak gempa yang belum berani kembali ke rumah karena khawatir terjadi gempa susulan.

“Kami sudah membangun tenda posko penanganan. Begitu juga dengan tenda kesehatan lapangan dan tenda bagi pengungsi. Begitu juga dengan bantuan bahan makanan cepat saji sudah disalurkan,” kata Rum.

Pembaruan informasi

BMKG melakukan pembaruan informasi terkait gempa 6,4 SR yang terjadi di NTB hingga pukul 20.20 WIB yakni kedalaman pusat gempa berada 24 km di bawah laut. Saat ini tim BMKG berada di sekitar episentrum memasang “portable digital seismograph” untuk memonitor gempa susulan.

Sebelumnya Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi Dan MItigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (PVMBG) Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kasbani mengatakan PVMBG segera mengirimkan Tim Tanggap Darurat untuk melakukan penyelidikan.

Tim Tanggap Darurat (TTD) PVMBG Badan Geologi pada Senin (30/7), akan menuju dua lokasi bencana, yakni Lombok Timur dan Lombok Utara. Tim TTD terdiri dari empat orang ahli gempa bumi dari Badan Geologi akan melakukan pemetaan dampak kejadian gempa bumi, mengidentifikasi karakteristik tanah setempat melalui pengukuran microtremor dan memberikan rekomendasi teknis berkaitan dengan kerusakan geologi.

Sosialisasi secara langsung ke masyarakat dan koordinasi dengan Pemda Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur dan instansi terkait lainnya juga akan dilakukan Tim TTD. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat.

Gempa bumi terjadi di darat dan goncangan dirasakan sangat kuat pada daerah sekitar Lombok Timur dan Lombok Utara. Kawasan ini tersusun oleh batuan alluvium dan endapan gunung api yang bersifat urai, sehingga memperkuat goncangan gempa bumi.

Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok Timur Minggu (29/7), pukul 05:47:39 WIB. Hingga saat ini gempa bumi diikuti oleh lebih dari 140 gempa bumi susulan (aftershock) dengan kisaran magnituda M5.7 – M2.1.

BMKG melaporkan pusat gempa bumi utama berada pada koordinat 8,26 derajat LS dan 116,55 derajat BT, dengan magnitudo 6,4 SR pada kedalaman 10 Km, berjarak 28 Km barat laut Lombok Timur.  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru