Monday, October 21, 2019
Home > Berita > 15 ABK Hilang Korban Tabrakan Kapal di Tuban Masih Dicari

15 ABK Hilang Korban Tabrakan Kapal di Tuban Masih Dicari

Petugas memadamkan api dari kapal yang terbakar akibat tabrakan. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.COM (Surabaya) – Sebanyak 15 anak buah kapal (ABK) yang hilang korban tabrakan kapal di perairan Tuban, Jawa Timur, terus dicari. Sejumlah kapal Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dikerahkan, Minggu (20/11).

Kapal yang bertabrakan MV Tay Son 4 berbendera Vietnam dengan Kapal Motor Nelayan (KMN) Mulya Sejati asal Pati, Jawa Tengah (Jateng) di perairan Tuban, Jawa Timur.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Ir. A. Tonny Budiono, MM menjelaskan, kapal yang dikerahkan untuk membantu mencari korban kecelakaan kapal, yakni KNP Grantin P211 milik Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak, Surabaya dan KNP 50018/V-13 milik KUPP Brondong yang kini telah bergabung dengan Tim SAR.

Kepala Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Capt. Hary Setyobudi menyebutkan, dalam kecelakaan kapal itu 12 orang yang selamat kini berada di Lamongan.

“Dua korban yang sudah dievakuasi saat ini telah berada di RSUD Lamongan dan 10 orang lainnya diinapkan di penginapan Mekar Jaya Pacitan Lamongan,” ujar Hary.

Diceritakan Harry kecelakaan tabrakan kapal yang menghilangkan 15 ABK tersebut terjadi pada Sabtu (19/11) pagi pada titik koordinat 06.33.03.5/112.

Kapal MV Tay Son 4 dengan berat 8.216 GT membawa 22 ABK yang dinakhodai oleh Nguyen Duc Hung bermuatan Tapioka berangkat dari Pelabuhan asal Singapura dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang seharusnya tiba tanggal 21 November 2016.

Kapal MV Tay Son 4 menubruk kapal nelayan KMN Mulya Sejati dinakhodai Purwono dan membawa 27 orang ABK dengan tujuan untuk melaut mencari ikan. Akibat kecelakaaan laut tersebut, KMN Mulya Sejati tenggelam yang hingga saat ini sebanyak 15 orang belum ditemukan, sedangkan 12 orang lainnya dapat diselamatkan.

Faktor penyebab pastinya kecelakaan tubrukan kedua kapal tersebut, Dirjen Hubla menyerahkan proses penyelidikannya kepada Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dan menunggu hasil rekomendasi KNKT untuk perbaikan keselamatan pelayaran ke depannya. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru