Thursday, December 05, 2019
Home > Berita > 126 Orang Tewas Akibat Bom Bunuh Diri di Baghdad

126 Orang Tewas Akibat Bom Bunuh Diri di Baghdad

Akibat bom bunuh diri di Baghdad. (antaranews)

MIMBAR-RAKYAT.com (Baghdad) – Sungguh memprihatinkan, sebanyak 126 orang dinyatakan tewas dan 152 orang lagi cedera dalam serangan bom bunuh diri di ibu kota Irak, Baghdad, Minggu (3/7) waktu setempat, demikian pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Irak.

Insiden ini merupakan serangan paling berdarah tahun ini di negeri tempat militer berperang melawan kelompok ISIS itu, tepatnya di kawasan bisnis di Baghdad Selatan yang diserang bom mobil bunuh diri sekitar pukul 01.00 waktu setempat (05.00 WIB), ketika seorang pengebom bunuh diri meledakkan mobil bak terbuka penuh peledak di luar pusat perbelanjaan.

Bangunan tiga-lantai itu hancur total, ketika banyak orang berada di dalamnya dan memprihatinkan, banyak korban adalah perempuan dan anak-anak, kata sumber tersebut.

Sumber itu menyatakan, ledakan kuat itu membakar pusat pertokoan dan empat bangunan di dekatnya sementara banyak toko dan kios hangus dan hancur, serta menghancurkan puluhan kendaraan warga sipil di lokasi.  Puluh petugas penyelamat, pemadam kebakaran dan warga sipil memindahkan puing dan reruntuhan sejak fajar sampai malam, mencari penyintas dan korban tewas.

Serangan itu terjadi ketika banyak keluarga dan pemuda berkerumun di jalan tempat banyak orang membeli keperluan keluarga untuk menyambut Idul Fitri, yang diperkirakan jatuh pada Selasa, demikian dilansir antaranews.

Sementara itu, satu bom mobil lagi meledak di satu pasar di bagian timur-laut Baghdad, menewaskan satu orang dan melukai lima orang lagi. Jumlah korban tewas dikhawatirkan bertambah sebab banyak korban cedera berada dalam kondisi kritis.

Pengeboman berdarah itu telah diklaim oleh kelompok ISIS, yang menyatakan salah seorang pengebom bunuh dirinya meledakkan bom mobil di kerumunan pemeluk Syiah di Distrik Karrada-Dakhil yang kebanyakan warganya penganut Syiah, menurut pernyataan daring yang tak bisa diverifikasi secara independen.

Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi mengunjungi lokasi ledakan di Karrada pada Minggu pagi, dan berikrar menghukum mereka yang berada di belakang serangan tersebut menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.

“Kelompok teroris melancarkan serangan mematikan semacam itu karena telah dihancurkan di medan tempur,” demikian pernyataan yang merujuk pada kemenangan pemerintah baru-baru ini dalam merebut kembali Kota Fallujah di Provinsi Anbar dari ISIS.

Al-Abadi juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menjanjikan bahwa “Kemenangan atas kelompok teroris sudah dekat.”

Warga lokal, Mohammed Musa, mengatakan, “Sekarang kami menuntut penyelesaian dari pemerintah, sebab sejak 2003 sampai 2016 kami tidak merasa nyaman. Kami berada dalam situasi sulit. Dan semua orang, semuanya, kehilangan uang , properti, hidup dan hal-hal lain, semuanya hilang.”

Pemerintah Irak mengumumkan kemenangan dalam merebut kembali Fallujah, satu dari dua kubu ISIS di Irak, penghujung bulan lalu, setelah hampir satu bulan operasi militer.

Militer akan dikerahkan ke bagian utara Provinsi Nineveh, mempersiapkan pelancaran serangan ke Kota Mosul, kota terbesar kedua negara itu yang jatuh ke tangan ISIS dua tahun lalu.

Laporan dari Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI) memperkirakan 662 orang Irak tewas dan 1.457 orang cedera dalam berbagai aksi teror, kerusuhan dan konflik bersenjata pada Juni tahun ini di seluruh Irak.  (AN/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru