Monday, December 16, 2019
Home > Nasional > 10 Situs Jahat Sebarkan Berita Menyesatkan

10 Situs Jahat Sebarkan Berita Menyesatkan

MIMBAR-RAKYAT.com (JAKARTA) – Pilpres sudah berlalu, pemenang sudah ditetapkan, tetapi upaya mengacaukan situasi terus berlangsung, setidaknya melalui berita-berita menyesatkan yang dilansir oleh 10 situs yang mirip situs terpercaya.

Kepolisian tengah mengusut kasus pemalsuan sejumlah situs berita yang  menyebarkan informasi fiktif, bahkan fitnah. Pengusutan tersebut dilakukan tanpa menunggu laporan dari pemilik dan pengelola situs. Sasaran yang bisa dibaca dari berita menyesatkan tersebut adalah KPU yang kini menghadapio gugatan Capres nomer 1 di Mahkamah Konstitusi.

“Kami mulai menyelidiki,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto , Rabu (30/7/2014).

Ada setidaknya 10 situs berita dalam jaringan internet  dipalsukan untuk penyebaran informasi fiktif, bahkan fitnah dengan nama mirip situs yang  dikelola media massa terpercaya. Antara lain antaranews.com, beritasatu.com, detik.com, inilah.com, kompas.com, liputan6.com, merdeka.com, republika.com, tempo.co, dan tribunnews.com.

Bagi yang rada jeli idak sulit membedakan alamat situs media massa arus utama dengan yang palsu. Alamat yang benar adalah tambahan mews.com. Misalnya kompas.com, sedangkan yang palsu adalah kompas.com–news.com.

Palsu

Dalam situs lainnya ,kemiripannya adalah ada penambahan “–news.com” di belakang alamat yang benar. Cukup mudah membedakan mana situs yang benar atau palsu. Pembaca diharapkan jangan percaya pada situs dengan alamat domain tambahan “–news.com”.

Berita menyesatkan yang disebarkan melalui situs situs tersebut antara lain menatakan bahwa Ketua KPU  sudah ditangkap KPK, Ketua KPU menerima suapm 25 milyard, 37 hacker yang mengubah angka rekapitulasi KPU sudah ditangkap .

Salah satu contoh, di kompas.com–news.com ada informasi berjudul “Ditemukan Kejanggalan Mengejutkan Data KPU di Situs Resmi”. Informasi ini tidak mencantumkan sumber berita sehingga tidak dipercaya.

Saat dicek ke kompas.com, berita itu tidak pernah ada. Pembaca yang tidak teliti bisa terkecoh dan memercayai informasi itu berasal dari kompas.com sehingga merugikan redaksi kompas.com.

“Informasi yang disebarkan situs palsu itu menyesatkan,” kata Pemimpin Redaksi kompas.com Taufik H Mihardja.

Redaksi meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatasi pemalsuan situs berita dan meminta Polri mengusut kasus ini.

Hal senada dikatakan Pemimpin Redaksi tempo.co Daru Priyambodo. Kemkominfo diminta cepat melacak dan menutup situs palsu itu.

“Situs porno dan SARA cepat diblokir. Situs penyebar informasi sesat seharusnya juga segera ditutup,” katanya.

Daru mengatakan, telah meminta tim teknologi informasi untuk mengecek situs-situs palsu itu sebagai bahan laporan ke Polri. Namun, yang paling penting, publik atau pembaca harus tahu dan waspada bahwa ada situs-situs pemalsu situs berita nasional guna penyebaran berita bohong.

Iktikad Buruk

Anggota Dewan Pers, Nezar Patria, mengatakan, pembuat situs palsu itu beritikad buruk karena membuat alamat yang mirip situs asli tetapi untuk menyiarkan disinformasi atau berita tidak akurat, tidak dipercaya, bahkan fitnah.

“Namun, efeknya agar publik terkecoh dan percaya sehingga ini kejahatan dalam informasi,” ucapnya.

Dewan Pers memantau situs- situs palsu itu dan meminta pengelola situs berita yang dirugikan untuk melapor. Dewan Pers meminta publik kritis dan teliti membaca informasi. Cek sumber berita ke situs-situs media massa arus utama agar tidak termakan fitnah.

Pakar digital forensik Ruby Alamsyah mengatakan, kejahatan terhadap situs berita bukan pembajakan, melainkan membuat subdomain alamat palsu. Cara ini kerap terjadi pada kejahatan perbankan, yakni mengarahkan korban ke link situs internet banking palsu untuk menarik dana.

Menurut Ruby, kejahatan di internet tetap meninggalkan jejak sehingga bisa dilacak dan diatasi. Dari kasus ini, Kemkominfo dan Polri patut menegakkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.(Ais)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru